<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551</id><updated>2011-06-08T14:36:29.447+08:00</updated><title type='text'>Bangchik</title><subtitle type='html'>dongak ke langit.. lihat, ada burung terbang!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-8291829439502977644</id><published>2008-01-22T20:19:00.000+08:00</published><updated>2008-01-22T20:32:30.788+08:00</updated><title type='text'>MATA</title><content type='html'>Sambil makan di Pantai Dalam bersama teman - ngobrolan - bicara kami diganggu dengan kehadiran 2 orang; seorang lelaki dan seorang wanita. Yang wanita itu memengang tangan si lelaki, dan lelaki itu tangan yang satu lagi mengetuk-ngetuk jalan dengan sebatang rod besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai sahaja, memberi salam, dan kemudian mengeluarkan bungkusan tisu. lalu kami mengeluarkan wang - sadaqah - dan mengambil tisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu ada suara yang terpacul: "apa mereka tak malu meminta? malah ada pengiring yang celik dan cukup sifatnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tak menyuruh kita untuk men"diteksi" hati sang penanya, tapi yang harus kita insafi ialah banyak umat kita yang kalau mengisi borang biodata diri, di ruang pekerjaan, nantinya akan ditulis "peminta sadaqah" alias "pengemis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini satu hal yang memalukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-8291829439502977644?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/8291829439502977644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=8291829439502977644' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/8291829439502977644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/8291829439502977644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2008/01/mata.html' title='MATA'/><author><name>Radzi Othman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18445274575772086530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-969739597853919426</id><published>2007-11-14T15:50:00.000+08:00</published><updated>2007-11-14T15:51:19.976+08:00</updated><title type='text'>Hijau Dan Biru</title><content type='html'>mungkin melihat warna hijau itu tidak ada apa-apa maknanya bagi kita. ya... ada apa bedanya hijau, kuning, biru, merah dan jingga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semuanya warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu juga bila kita mendengar deru angin, mendengar bunyi teriak anak-anak kecil yang bingit, dengar titik hujan jatuh berderau, dengar suara emak menengkin kerna nakal. bunyi hon kereta dan bunyi radio usang di atas meja. semuanya indah seindah hijau dan biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian kita dapat menyentuh "rat" alias tikus komputer, menyuap cendol guna sudu ke mulut. membaling batu ke tingkap tika memecah masuk mencuri wang. menyepak anjing di jalanan bersama teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kita alpa. kita kelumpanan (terlupa) bahawa kita diberi nikmat. pada satu saat Gusti Agung menagih apa yang Dia berikan kepada kita. lalu hijau telah tercabut dari daun. kemudian biru juga telah hilang dari awan, lantas merah, jingga, kelabu. dan akhirnya mata ini tidak dapat melihat lagi - kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian tangan kita yang suka menconteng itu sakit urat-uratnya. kadang lengoh dan diurut. setahun, dua tahun dan akhirnya tangan yang gagah itu, yang sebelum ini bisa menempeleng bini menggeletar macam tiada daya lagi. lalu tahun berikutnya kaku tidak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita hanya mengerti bila kita telah dewasa" dan kedewasaan itu bisa menyebabkan kita tidak sempat kembali berpusing. dan "kita hanya menyanyangi bila ia telah tiada" dan sayangnya bila kita terasa kehilangannya pada saat itu kita sudah tidak bisa untuk memilikinya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat manusia yang Gusti Agung kurangkan nikmatnya, bukan untuk berkata: "Kesihan"! tidak cukup itu! bukan sekadar menderma sekupang dua! tetapi yang lebih utama ialah kita memikirkan bahawa anak kecil yang tiada tangan itu itu mungkin kita? lelaki tua yang termanggu di kerusi itu apakah kita di saat tua nanti? remaja yang kepalanya membengkak sebesar raga itu boleh jadi kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kesyukuran itu wajib bila kita berkata: "Syukur kerna Gusti Agung tidak menjadikan aku sedemikian rupa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi selalunya kita tidak pernah ambil pusing perkara semacam ini - katanya hal-hal simple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan:&lt;br /&gt;[posted Sunday, 30 May 2004]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-969739597853919426?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/969739597853919426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=969739597853919426' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/969739597853919426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/969739597853919426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2007/11/hijau-dan-biru.html' title='Hijau Dan Biru'/><author><name>Radzi Othman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18445274575772086530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-4895392330693457670</id><published>2007-11-14T15:34:00.000+08:00</published><updated>2007-11-14T15:39:00.537+08:00</updated><title type='text'>Rasionalis Murni</title><content type='html'>ketidak-tahuan kita tidak menafikan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi kebodohan kita tidak boleh menyatakan sebagai pengukur kebenaran. dan juga kebodohan itu maknanya adalah milik kita sendirian. tidak dapat menolak kebenaran andai kita tidak dapat mencerapnya akibat ceteknya pengetahuan kita. kerana itu juga kita tidak harus cepat menolak kebenaran jika telah sampai kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang yang tidak memiliki, tidak dapat memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seseorang yang tidak berduit tidak akan mampu menghulurkan sekupang dua. seseorang yang tidak mempunyai makanan tidak mampu menyajikan nasi sepinggan dua. dan orang yang tidak mempunyai pengetahuan tidak mampu untuk menetapkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semacam itulah hidup ini. kita senantiasa dihujani dengan persoalan. dan andai kita tidak memiliki daya pemahaman yang baik maka kita akan ditindas oleh dunia. kita akan dihancurkan walaupun jasad kita tetap tegar. yang hancurnya bukan jasmani tetapi rohani; pemikiran kita dilacurkan oleh diri sendiri. sebenarnya dunia itu sangat kejam. mampu merobek hati kita hingga tidak berbalas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah juga bagaimana seorang "rasionalis murni" tidak akan dapat memahami dunia kerana akalnya diarahkan kepada cerapan indera yang lima sahaja. sedangkan keterbatasan indera yang lima itu memang diketahui oleh semua manusia yang berakal. lalu bagaimana seorang rasionalis itu mampu menilai akan wujud hikmah-hikmah dibalik sesuatu kejadian, dan hikmah-hikmah itu adalah perbuatan Tuhan yang Agung itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepenolakan seorang "rasionalis murni" kepada hal sedemikian adalah kerana keterbatasan ilmunya dan dia seorang yang tidak memiliki pemahaman yang aman. lalu dia menolak kebenaran dan menafikannya, atas sebab sebatas ayat: "hal itu tidak rasional. tidak dapat dibuktikan dan tidak dapat diterima akal". lalu ia berpaling dan berlalu. jadilah dia seorang makhluk yang menjadi hamba kepada akalnya; iaitu dia adalah hamba kepada dirinya sediri. sedang hakikatnya ialah "kita" mengawal akal, bukannya akal mengawal "kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya semalam ada banyak kejadian yang belaku. menimpa aku. kejadian yang aku panggil kecelakaan. "arh... kenapa celaka aku hari ini?". bertimpa-timpa kesusahan. datang satu kemudian datang lagi. tak henti-henti. bertompok-tompok. kemudian neezal berkata: "bagus juga kejadian ini, menyedarkan kita". justeru kejadian-kejadian yang berlaku di dunia yang kejam ini sebenarnya terkumpul seribu rahmat Ilahi, untuk hamba-Nya yang merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi pada mulanya aku bodoh. lalai hingga memanggilnya "celaka". itulah! kerana aku tidak mengetahui dan kerana aku tidak memiliki. kemudian setelah difahami, maka "celaka" itu bertukar menjadi "petunjuk".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia yang dapat memahami maksud Tuhan akan cepat tersedar dan dia akan berjaya. tapi manusia yang tidak dapat memikirkan maka jadilah dia sia-sia. dan seorang rasionalis tetap menjadi makhluk seperti "gurunya" katakan: seekor mawas yang berevolusi. mungkin selepas ini ia akan menjadi kera seperti dalam "Planet Of The Epls" yang mambuat kamiran dan pembezaan. siapa tahu? sebab mereka sentiasa berubah dengan menyesuaikan dirinya dengan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan:&lt;br /&gt;[posted Wednesday, 1 September 2004]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-4895392330693457670?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/4895392330693457670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=4895392330693457670' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/4895392330693457670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/4895392330693457670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2007/11/rasionalis-murni.html' title='Rasionalis Murni'/><author><name>Radzi Othman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18445274575772086530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-8864994631980361657</id><published>2007-09-10T05:03:00.000+08:00</published><updated>2007-09-10T05:40:49.547+08:00</updated><title type='text'>penutur</title><content type='html'>tak ada artis yang datang. tak ada tarian bogel di atas pentas yang menggairahkan. tak ada tokoh politik yang menikus di mimbar, dan tak ada juga acara makan secara percuma. jauh sekali pornografi dan porno aksi. tapi manusia terusmenerus berbondong-bondong datang - tak henti-henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau tahu aku ke mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minggu lepas, aku ke tesco extra cheras. mau masuk ke tapak parkir saja sudah kena bersabar - semacam berbaris menunggu giliran masuk syurga. semua tidak sabar. dan mau pulang dari parkir juga harus bersabar - seperti semua manusia mau keluar dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah apa yang bergelojak dalam hati mereka sehingga datang berkunjung pada hari pertama pembukaan gedung ini. dan aku hanya ke mari untuk membeli berbotol susu, buah pisang, anggur dan dua tiga lagi barang dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;habis saja membeli. aku membuat wisata kecil, melihat kanan kiri, coba melihat-lihat keistimewaan gedung ini. kemudian sambil menoleh-noleh,  dan kau tahu aku berjumpa sama siapa?  aku jumpa sama  taukeh jual candy tepi gerai aku di ampang. ia mengingtakan aku akan "untie" cina yang akan menyisir rambutnya dengan berpedoman kepada ceremin kecil merah jambu. dia akan tersipu-sipu bila aku menipunya: "untie sudah cantik". kemudian dia akan membalas aku dalam bahasa cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan hari ini .tadi di UM, ada seorang wanita cina. bukan anak gadis tapi ibu gadis. datang kepadaku. tanyakan dimana tempat yang ada menjual coklat syarikatku bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau tahu dia bercakap bahasa apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inggeris? ha..ha..ha..bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau begitu, bahasa ciba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi bahasa melayu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kau tak rasa pelik, banyak orang melayu yang tak pandai berbahasa ibunda kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-8864994631980361657?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/8864994631980361657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=8864994631980361657' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/8864994631980361657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/8864994631980361657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2007/09/penutur.html' title='penutur'/><author><name>Radzi Othman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18445274575772086530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-1962019888535666637</id><published>2007-08-29T13:43:00.000+08:00</published><updated>2007-08-29T14:10:24.639+08:00</updated><title type='text'>biar bapak menteri yang uruskan</title><content type='html'>bapak menteri bilang "tiada apa-apa di Masai". kita lega dengan kenyatan ini. kita sudah lemas dan lelah dengan cerita di Pineng yang sat itu saya menuntut di Balik Pulau. bagaimana selalunya liburan ke bawah bandar [kerna kami di atas bukit] dengan bas kuning dan kadang2 merah warnanya, yang pemandunya tidak pernah memberhentikan bas di lencongan jalan yang sempit, dibawah tayar bas sudah wujud ggaung dan diatas bumbung berderet bom berduri - durian - tetapi pada ketika itu saya menaiki bas yang di pandu oleh seorang lelaki india, maka dia memberhentikan bas di lengkongan yang di situ kedapatan sebuah patung dewa hindu, kemudian dia berdoa yang entah kami pun tak mengeri ap hajat dalam kalbunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kemudian kita dilemaskan lagi dengan peristiwa Kampung Medan, yang teman saya serta sepupu saya ada menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru-baru ini, teman baik saya yang sekarng berkerja di JB bercerita rusuhan berlaku di masai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia seolah-olah bahwa gejal kerusuhan kaum ini seperti putaran roda. berlaku dalam sekelip mata, mewabak dan merungsingkan kita kemudian hilang dan akhirnya menjadi seperti biasa. selang beberapa tahun ia muncul kembali dan berlaku seperti sebelumnya. yang akan menelan korban dan kebimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi oleh kerana bapak menteri sudah bicara dan memberi ingatan bahawa tiada apa-ap yang berlaku, maka hati ini menjadi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebetulnya hal-hal sebegini harus dirahsiakan dari publik. kerna rasa bimbang, ketakutan, kemarahan dan kegeraman yang kalau berkumpul dalam jiwa masyarakat, nescaya ia akan menjadi satu petaka, yang kemudiannya akn menelantarkan keamanan, keharmonian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan pihak yang memegang wewenang kekuasaan meluruskan kebengkokan dalam masyarakat. kerna itu sudah menjadi tanggungjawab yang dibeban atas pundah mereka. dan biarkan kita sebagai publik, rakyat yang biasa-biasa ini, meneruskan cara hidup kita. kerna itu pula yang dibeban oleh rabb kita atas bahu kita. si ibu tidak harus mencampuri hal sang bapa, dan sang bapa tidak harus mengganggui kerja sang ibu. dan kerja sam antara bapa dan ibu itu juga harus tetap terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi ada satu hal yang mungkin kita terlupa, bahawa gulungan roda ini sebenarnya bersifat sementara. kerna ini bukan semacam mimpinya nabi Yusuf - kitaran kemakmuran dunia, tetapi ini hanyalah kitaran bikinan manusia yang mereka menuju kepada ketenangan hati, tetapi jalan yang ditempuh adalah berbeda dan natijah nya juga berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukankah indah kalau mereka, yang bertempur itu kita serukan kepada jaln tuhan? yang akhirnya mereka semuanya tidaklah menghulurkan lading, tetapi akhirnya mereka akan menghulurkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayoh! kita harus bertempur, tetapi bukan dengan senjata, dengan hujjah dan da'wah. islamkan mereka, dan mukminkan saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang gugur, biarkan abadi dan dicucuri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-1962019888535666637?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/1962019888535666637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=1962019888535666637' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/1962019888535666637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/1962019888535666637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2007/08/biar-bapak-menteri-yang-uruskan.html' title='biar bapak menteri yang uruskan'/><author><name>Radzi Othman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18445274575772086530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-5713259279660500164</id><published>2007-08-27T02:54:00.000+08:00</published><updated>2007-08-27T03:07:52.491+08:00</updated><title type='text'>ada ada dengan tangan?</title><content type='html'>dalam sebuah forum, yang dikelola oleh situs islamis, dibincangkan perihal tangan tunku - sang bapa kemerdekaan - yang meluruskan jari jemarinya ketika mengangkat tangan saat meneriakkan kalimat "merdeka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kehairanan, apakah falsafatnya andai tunku meggenggam jarinya seperti penumbuk atau merenggangkan kelima jemarinya atau tunku melakukan sepertimana yang telah dia lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tetap ialah tanah melayu sudah merdeka, dan bangsa ini menjadi milik kepada tanah mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti kata pembikin filem yang selalu menimbulkan kontroversi - Yasmin Ahmad:" Saya bikin filem tanpa niat apa-apa, tetapi selepas siap, maka banyak teori yang bermunculan".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-5713259279660500164?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/5713259279660500164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=5713259279660500164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/5713259279660500164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/5713259279660500164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2007/08/ada-ada-dengan-tangan.html' title='ada ada dengan tangan?'/><author><name>Radzi Othman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18445274575772086530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-8772668602594012217</id><published>2007-08-16T10:12:00.000+08:00</published><updated>2007-08-27T02:52:39.316+08:00</updated><title type='text'>menyambut huluran tangan tuhan</title><content type='html'>amoi cina yang bilang sama saya yang dia tak mahu menganut silam - jadi melayu kerana dia tak mahu berkhatan, dan dia mengingatkan bahawa sunat itu membuang zakar kesemuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya masih berfikir hingga hari ini beberapa perkara selepas amoi cina itu beredar pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya masih tak pasti secara pas, - antara india, china dan tanah arab - yang manakah yang membawa agama pencerahan kepada bangsa melayu? sebabnya antara teori yang dibawakan oleh para pengkaji dan juga dari para oriantalis, saling bertitik belakang. dan yang paling menyenangkan ialah kita bisa menggabungkan ketiga2 idea ini menjadi satu, biar mereka bersatu: bahawa islamnya nusantara ialah dengan kedatangan para penda'wah dari 3 bangsa, arab, china dan india. yang ini lebih pasti kerana ketiga-tiga bangsa ini lebih tua menganut islam ketimbang bangsa melayu yang hidung kemek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi yang saya pasti ialah bahawa bangsa saya ini telah mencintai agama baharu mereka melebihi segalanya. kerana itulah pada pengakhiran ialah mereka telah memelayukan islam, hanyakerna mereka mahu islam kekal sebagai agama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;justeru apa saja yang dikenal sebagai islam di dunia melayu, maka segalanya bisa disinonimkan dengan "islam". lalu menjadilah sifir umum kepada masyarakat di nusantara ini "melayu = islam" dan "islam = melayu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini bisa dipahami kerana pada permulaan islamnya raja-raja melayu seperti di pasai, demak, kemudiannya melaka, kedapatan bangsa asing sangat kurang, yang menguasai jagat kepulauan ini hanyalah kita-kita juga. lalu sifir ini tidak menjadi salah pada sintak dan pada logis. tetapi apabila bumi melayu ini mula kebanjiran dengan marga yang kulitnya lain dari coklat, ada yang kuning langsat, ada yang semakin gelap, dan yang lain lagi, maka sifir ini menjadi satu hambatan kepada agama yang bangsa melayu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelakuan bangsa melayu yang tegar mengekalkan sifir ini menjadikan islam terisolir, hanya milik bangsa yang seorang ini sahaja, bukan untuk bangsa cina dan juga bukan untuk bangsa india, malah bukan juga untuk bangsa negreto atau kayan, kenyah, iban dan dusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu berabad lamanya sifir ini diteruskan oleh generasi kemudian dari setiap bangsa, walaupun pada keadaan nyata bumi bertuah ini sudah bukan kepunyaan melayu sendirian, tetapi ketuanannya telah hilang sedikit-sedikit, bergelincir mengikut gelinciran zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan pada natijahnya, islam itu bukan identik pada arab, bhukan juga pada cina, bukan pada india, malah terlalu jauh untuk bangsa melayu. islam agamanya manusia. islam tidak wajar disangkut padanya sesuatu rupa, sesuatu kultur, sesuatu acara, sesuatu dogma. islam milik tuhan yang menjadikan jagat raya. islam harus menjadikan manusia itu kekal dalam budaya mereka, bahasa mereka, rupa mereka. islam bukan menghapuskan kemanusiawiahan, melupuskan keluhuran, menghancurkan kebaikan dan menghilangkan rupabangsa. tetapi islam memberikan penyempurnaan. kekurangan ditampungkan, kelompongan diisikan, keretakan ditampali. yang dilarang ialah sesuatu yang menyalahi firman tuhan. maknanya islam bukan melayu dan melayu bukan islam. ini baharu sifir yang benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebalikan dari itu, agamanya bangsa nasrani mula menyebar. walaupun pada dasarnya agama ini hanya untuk satu bangsa, tetapi kerna keinginan yang kuat oleh penganutnya, dan kerana keyakinan yang membulat bahawa agama itulah yang menyelamat manusia dari kehancuran oleh tangan-tangan mereka, dan bakaran api neraka, maka mereka membuka pintu agamabangsa itu seluasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerana itu, ketakutan yang tak berasas, dan tindakan yang gegabah, selalunya merugikan, malah tidak menyenangkan. marilah kita membersihkan hati nurani kita, menetapkan satu gagasan baru, bahawa islam bukan milik sesuatu bangsa. islam tak kenal erti melayu, tak dapat dinasabkan padanya seni, tak bisa dikatakan padanya budaya, dan juga tak boleh diungkapkan tamadun untuknya. islam sebenarnya ialah untuk semua manusia, yang datang dari tangan pencipta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita tidak harus merasa takut kehilangan islam, kerna islam bukan milik kita. kita tidak harus berasa kasihan apabila orang sudah tidak masuk melayu, tetapi mereka sebenarnya masuk islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi kita harus punya hati yang besar, kerna kita meredhai manusia lain mengnyambut huluran tangan tuhan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-8772668602594012217?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/8772668602594012217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=8772668602594012217' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/8772668602594012217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/8772668602594012217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2007/08/potong-sampai-habis.html' title='menyambut huluran tangan tuhan'/><author><name>Radzi Othman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18445274575772086530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-477307431363370866</id><published>2007-08-08T14:18:00.000+08:00</published><updated>2007-08-08T14:22:16.013+08:00</updated><title type='text'>kasih tuhan</title><content type='html'>manusia itu sudah diwujudkan dengan satu hal - lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama bertahun-tahun, bangchik kelupaan akan kala rahasia untuk membuka blog ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kasih tuhan itu terlalu luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-477307431363370866?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/477307431363370866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=477307431363370866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/477307431363370866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/477307431363370866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2007/08/kasih-tuhan.html' title='kasih tuhan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-110248699612642594</id><published>2004-12-08T14:22:00.000+08:00</published><updated>2004-12-11T11:57:44.800+08:00</updated><title type='text'>apa yang dibacanya?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Banyak orang yang berbangga dengan bahan bacaannya yang bertimbun-timbun.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Macam akulah juga; berasa takjub dengan kebolehan aku mengadap buku berjam-jam lamanya dan berasa bangga bila berjaya membaca banyak buku berbanding teman-teman yang lain.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Bila ke bandar, aku pergi ke toko buku, pergi ke pustaka. Cari buku dan baca buku. Kalau ada duit lebih aku beli buku. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dalam hati ada rasa nak jadi pemikir. Nak jadi ahli bijak pandai. Kalau orang sebut pasal Teori Maslow dalam psikologi, aku juga nak bercakap tentang Teori X dan Y. kalau orang menyebut tentang hegemoni bangsa Hispanic aku juga mahu bercakap tentang difusi bangsa Melayu. Ketika orang berbincang tentang pasaran bebas, aku berusaha untuk menceritakan pasaran campuran. Pendek kata aku mahu cakap tentang sosiologi, antropologi, ekonomi, politik dan semuanya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Untuk itu aku menanam dalam hati supaya aku harus membaca dan terus membaca. Membaca buku dan membaca makalah.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Tetapi akhir tahun ini, aku mula menyedari bahawa kegilaan aku untuk membaca buku-buku tersebut tidak ada maknanya selagi aku tidak membaca “Buku Pemisah”. Aku telah habiskan bab pertama dan kedua dalam bulan Ramadhan. Sekarang aku tengah membaca bab ketiga.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sebenaranya buku ini telah lama aku baca, tetapi aku membacanya dalam bahasa luar. Jadi aku tidak memahami maknanya langsung. Hingga aku melihat Hamdi membacanya setiap hari 2 tahun lepas. Hamdi membacanya dalam versi bahasa melayu. Lalu aku ada juga cuba-cuba mengikut Hamdi, tetapi tidak konsisten seperti waktu ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Banyak orang membaca buku, tetapi mereka tidak mahu untuk membaca Buku Pemisah. Dan banyak juga orang membaca Buku Pemisah tetapi tidak memahaminy langsung. Ada yang khatam 1 kasi seumur hidup kemudian tutup buku. Ada yang khatam 3 kali seumur hidup kemudian tutup buku. Yang lebih rajin khatam sekali setiap tahun. Tetpi manusia-manusia yang khatam baca Buku Pemisah ini banyak yang tak tahu apa yang dibicarakan dalam Al Quran – Buku Pemisah antara cahaya terang dan kegelapan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Setelah aku menamatkan bab kedua yang berjodol “Lembu Betina”, banyak pengajaran yang aku lihat didalamnya. Dengan pengajaran ini dapat membimbing manusia. Kemudian aku duduk termenung seketika, memikir kenapa banyak orang yang khabarnya khatam Buku Pemisah masih bebal, masih jahil, masih dungu. Maka tahulah aku sebab mereka ini tidak pernah untuk memahami apa yang mereka bacakan. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Jadi yang dikatakan khatam itu ialah orang yang baca, paham dan mengamalkan isi kandungan Buku Pemisah. Yang baca saja walaupun sampai daftar muka-surat, masih dikira tidak khatam.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dan maknanya aku belum khatam lagi lah.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;[Azam tahun baru nanti; mahu baca Buku Pemisah berserta Buku Tafsir Ibn Katsir]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-110248699612642594?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/110248699612642594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=110248699612642594' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110248699612642594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110248699612642594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/12/apa-yang-dibacanya.html' title='apa yang dibacanya?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-110248691046360115</id><published>2004-12-08T14:20:00.000+08:00</published><updated>2004-12-11T12:15:38.800+08:00</updated><title type='text'>mungkin mencela lebih mudah dari memuji</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Mungkin mencela lebih mudah dari memuji.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Mungkin membantah sesuatu lebih mudah daripada mengemukakan idea baru.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Jadi akibat selalu sahaja aku membantah sesuatu idea mengenai perbaikan masyarakat dan sering menolak perjuangan jama’ah-jama’ah Islam yang wujud hari ini. Maka keharusan aku ialah mengemukakan satu gagasan yang secara umum dapat memahamkan manusia bagaimana bangsa umat yng menganut Islam sebagai keyakinan mereka mampu menjadi sebuah bangsa yang bertamadun tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Untuk bercakap seperti ini, aku memang menyedari bahawa bangchik ini punya peribadi ganda. Sebelah kanannya putih dan sebelah kirinya hitam. Siangnya dia menjadi manusia dan malamnya dia menjadi serigala. Tetapi apakah manusia yang punya peribadi ganda seperti bangchik, harus ditolak nasihatnya semata-mata dia miliki dua warna? Apakah hanya orang yang berserban dan berjubah saja diterima percakapannya? [sedang kaum tua yang berserban dan berjubah telah menjumudkan otak bangsa kita sekian lama atas alasan menjaga kemurnian agama]. Malah syaitan juga pernah berkata benar dan sempat mengajar sahabat sebuah ayat yang dikenal dengat Ayat Kursi. Justeru kebenaran ataupun nasihat itu harus dipungut tanpa mengira dimana kita menemuinya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sungguh; aku semakin jelek dengan banyak orang bercakap tentang Islam. Semakin minek [pening] apabila sampai-sampai tukang kebun berfatwa tentang Jihad. Malah lebih menghinakan bila banyak dari penulis-penulis “bawah tanah” ataupun “atas tanah” membicarakan Islam semahunya. Tak terkecuali para bloger yang aku hormati. Manusia jenis ini &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;merasakan bahawa mereka itu benar dalam berkata-kata.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Aku tidak mencela mereka kerana dwi karektor mereka, tetapi aku mencela mereka kerana kefahaman mereka yang dangkal tentang Islam. Mencela mereka kerana tulisan-tulisan mereka menyesatkan umat.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Justeru aku menyeru kepada semua penulis untuk diam dari berkata-kata sebab pada akhir zaman ini, orang yang dangkal akan mengeluarkan fatwa. Dan orang ramai akan menjadikan orang jahil sebagai ulama’nya. Maka sebagai langkah berhati-hati janganlah jadikan diri kita sebagai seorang daripada orang dangkal dan jahil itu. Biarkan para ulama’ ahli hadith saja yang berujar dan berfatwa. Biarkan ahli tauhid saja yang menulis di koran-koran dan berkhutbah di mimbar-mimbar.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Untuk maju menjadi bangsa yang punya tamadun yang tinggi, umat Islam pertamanya harus kembali mengikuti Ajaran Islam. Itu yang pertamanya. Dan ajaran Islam ini bukan mengikut Tabligh yang berkelah ataupun mengikut KMM yang bermain mercun. Bukan juga mengikut politikus yang semuanya menikus di balik serban dan jubah. Bukan! Bukan itu! Mengikut ajaran Islam ialah mengikut ajaran Salaf [umat terdahulu yang terdiri dari penganut Islam terawal] yang bersumber dari Rasulullah, yang merupakan kefahaman sahabat mengenai Islam.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dalam meniti manhaj Salaf ini, setiap muslim akan mengerti bahawa kepatuhan hanya untuk Allah dan Rasul-Nya. Mengerti bahawa bomoh adalah para suruhan jin. Tilik adalah igawan. Mengerti bahawa dunia adalah alam yang harus diteroka untuk menuju ke akhirat. Mengerti bahawa negara adalah tanggungjawab. Manhaj Salaf menunjukkan bagaimana kita menyikapi alam dan segala isinya dengan sempurna.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dengan mengikuti manhaj inilah, kita akan mengerti bahawa perledakan bunuh diri seperti dilakukan oleh orang-orang jahil di Palestin adalah hukumnya ke neraka. Mengerti bahawa menyerang WTC adalah kejahatan, menyembeleh dan pembantaian terhadap orng awam adalah kekejaman. Mengerti bahawa banyak dari sengketa yang umat Islam alami hari ini adalah bersumber dari diri mereka sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Ikhwan yang didirikan oleh Hasan Al Bana yang mati dibunuh melahirkan radikal agama di bawah pimpinan Sayid Qutub. [kita hairan, siapakah yang memberikan dia gelaran Syahid, seperti orang tersebut tidak membaca kitab Imam Bukhari]. Taliban yang memporak-perandakan Afghanistan. Aliran sekular di Turki, Peristiwa Memali di Malaysia. Kesemua kebejatan ini lahir apabila manusia yang kerdi diangkat menjadi besar. Orang jahil dijadikan ulama’. Dan ulama’ ini akan mengikuti nafsunya untuk mengeluarkan hukum. Dan akhirnya hukum ini menimpakan kehinaan keatas umat Islam sendiri. Lihatlah kempen “Keganasan” oleh Amerika yang ditujukan kepada umt Islam, berpunca daripada kejahatan umat Islam juga. Dan kejahatan ini berpunca dari kebodohan kita. Kebodohan ini berpunca dari kesesatan ulama’nya da kemalasan umatnya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dan fenomena yang menarik untuk dikaji oleh orang yang berakal, yang hatinya terang, yang dia benar-benar ingin mencari kebenaran, ialah fenomena politik di tanah air kita. Apakah benar mereka dua kelompok itu, yang menjadi politikus itu memperjuangkan Islam? Kalau benar, Islam aliran apa yang mereka ingin tegakkan?&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Yang benarnya, kedua-dua gerombolan itu punya niat yang mulia, tetapi jalan yang mereka tempuhi berliku panjang.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Aku mengharapkan mereka kembali untuk bersama-sama bergandingan membangunkan Islam dan penganutnya. Mengharap mereka meninggalkan aliran songsng mereka dan menuju kepada Islam yang benar, kerana niat mereka yang inginkan kebenaran itu sudah cukup untuk mereka berpegang tangan seandainya mereka benar-benar inginkan kebenaran.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Justeru, bangchik menyeru kepada penulis, politikus, para imam, para ulama’ dan semuanya untuk sama-samalah kita mengikuti jalannya Rasul, jejaknya sahabat, lorongnya tabi’in. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Biar kita jahat sekalipun, asalkan aqidah kita benar, pasti kita akan ke syurga. Rabb tidak menanyakan kepada kita ketika di alam kubur: “Siapakah yang kamu pangkah pada pilihanraya ke 10?” atupun “Siapakah pemimpin parti kamu?”. Tetapi dia menanyakan: “Siapakah Rabb kamu”, “Siapakah Rasul kamu?”. Bagaimana kamu akan menjawab “Allah Rabb ku”, kalau kamu menyembah Allah, dan dalam masa yang sama kamu menyembah Tuan Guru? Bagaimana kamu menjawab “Muhammad Rasul ku” sedang dalam beribadah kamu menokon tambah?”.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Justeru, jalan yang paling utama, yang paling atas prioritinya ialah beraqidah dengan aqidah Salaf.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kaum Muda sejak sebelum merdeka telah menunjukkan jalannya. Hanya saja kebenaran itu memang sulit untuk diterima. Kalau ia gampang, tidak perlulah neraka dan syurga diciptakan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-110248691046360115?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/110248691046360115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=110248691046360115' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110248691046360115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110248691046360115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/12/mungkin-mencela-lebih-mudah-dari.html' title='mungkin mencela lebih mudah dari memuji'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-110248682557291828</id><published>2004-12-08T14:19:00.000+08:00</published><updated>2004-12-11T12:17:14.850+08:00</updated><title type='text'>hukum dwicipta</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dengarnya, dan memang begitulah; bahawa Rabb kita telah menjadikan semuanya berpasang-pasangan. Ada malam ada siang. Ada ayam ada itik. Malah bagi makhluk ayam dan itik ini ada yang betina dan ada yang jantan. Bagi manusia pula ada lelaki dan ada perempuan. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Lalu bolehlah itik yang jantan mengawan dengan itik betina? Yang betina mengawan dengan yang jantannya? Tapi tak pernah lagilah bangchik dengar ada itik jantan mengawan dengan ayam betina. Manalah tahu kalau ada; itu di luar sains tabi’i dan pengetahuan bangchik. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Tetapi kadang-kadang cerita semacam ini boleh juga di “real”kan hingga seluruh orang kampung percaya bahawa ada itik yang berkahwin dengan ayam; dapat anak yang namanya Tiyam. Kita andaikan rupanya unik, nak kata macam itik, tak macam itik. Nak kata macam ayam, tak macam ayam. Jadi sebab susah sangat nak gambarkan rupa paras anak kacuk itu, maka orang kata mukanya macam Brat Pit. Katalah kakinya segalah tinggi, badannya macam kuda, bertanduk macam unikon. Ada kepak yang halus seperti burung helang. Ekornya macam merak. Telinganya macam burung tekukur. Pendek kata; Tiyam ini mahkluk yang sangat cantek.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Caranya mudah untuk me”real”kan rekayasa senacam ini. Hanya guna propaganda. Persuasif orang kampung yang punya mentaliti kampungan memang senang – tidak sesulit memasak kuih samprit. Ambil gambar itik dan gambar ayam, kemudian gabungkan keduanya, lalu berikan gambar baru itu kepada mak chik-mak chik yang rutinnya mengumpat orang di tangga. Kasi kepada pak chik-pak chik yang tiap-tiap hari naik haji di kedai kopi. Wah! Ini ajaib! Teriak mereka. Kemudian ceritalah yang kat luar negeri dah kecoh tentang Tiyam ini. Kat KL dah banyak kali masuk keluar Zoo Negara. Kalau nak “real” lagi, katakan kepada mereka: “Kalau tak percaya, maknanya anak luar nikah”. Nescaya percayalah kesemua orang kampungan, tak kira tua atupun muda; yang bergigi ataupun yang rompong gusinya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Walaupun ini cerita bohong malah tidak masuk di akal, namum bila diceritakan tiap-tiap hari [malah mengikut teori persuasif bahawa kedustaan bila diulang-ulang akan menjadi kebenaran akhirnya] maka kesudahannya ia menjadi satu cerita yang diterima ramai – menjadi benar. Sebab ketika itu, akal dan ilmu sudah tidak digunakan, yang mengatasinya ialah pendapat umum dan kebodohan. Jadi pada waktu ini, manusia yang menerima cerita Tiyam adalah manusia-manusia yang sudah dijajah mindanya dengan propaganda.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Begitulah juga baru-baru ini [walaupun sudah setahun] ada cerita tentang Kebandaran. Entah bagaimana istilah ini lahir, bangchik tidak lah tahu melainkan Ketua Bapak Menteri jugalah yang mengerti. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Mengikut hukum Tuhan, yang bangchik namakannya sebagai Hukum Dwicipta; kalau ada Kebandaran, pasti ada Kekampungan. Maka apabila Bapak Menteri mengistiharkan bahawa Islam yang dia bawa adalah Islam Hadhari yag progresif, maka secara spontan bangchik memahami bahawa ada dalam dunia ini Islam yang tidak progresif yang namanya Islam Badawi. Lalu tunjukkanlah dimana Islam Hadhari dan Islam Badawi itu kalau-kalau istilah Islam Hadhari itu absah dalam timbangan tasawur Islam!&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Pelik juga apabila sekian lama setelah ratusan tahun [lebih dari 1420 tahun] baru wujud istilah ini. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Tetapi yang paling penting bagi bangchik, bukanlah istilah yang perlu kita lihat melainkan maknanya. Maknanya perlu diselami dan dihayati. Barulah kita boleh berkata sesuatu. Dan setelah bangchik meneliti, membaca kitab-kitab yang dikeluarkan oleh Yayasan Islam Hadhari, maka dapat disimpulkan bahawa Islam Hadhri ialah: “Islam yang sedia ada ajarannya, yang dikatakan bersumber dari sumber asli ajaran Islam”. Dan ini dinyatakan oleh Datuk Nakhaie Ahmad dalam taklimatnya di UTM baru-baru ini: “Islam Hadhari ialah gagasan perjuangan untuk menghidupkan kembali kefahaman Islam sebagaimana asalnya. Memahami Islam tidk sekadar ritual, tetapi kefahaman yang terpancar daripada pandangan hidup yang digariskan oleh Al Quran dan Sunnah”. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Lalu berkatalah bangchik [seperti ulama’ besar kononnya]; “Apa yang dipersembahkan adalah Islam yang sedia ada. Justeru apa peri-pentingnya menamakannya sebagai Hadhari sebab apabila istilah ini wujud pasti istilah Badawi akan turut serta. Sedangkan pada hari ini msyarkat sudah pening dengan sekian banyak istilah; seperti Islam Liberal dan Islam Progresif”.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Islam tidak ada Hadhari dan Badawi. Islam tidak ada kebandaran dan kekampungan. Yang ada ialah minhaj-minhaj akidah dalam beragama [sesetengah penulis menamakannya sebagai aliran falsafah seperti Mi’tazilah, aliran Syi’ah, Asya’ariyah]&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;setelah ajaran Islam yang mengikut kefahaman Salaf ditinggalkan oleh orang banyak. Kemudian bila bangchik meneruskan penelitian, maka didapati bahawa Islam Hadhari dikatakan bahawa bersumber dari aliran Kaum Muda [salafiyah].&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Tetapi, bangchik yang memang hidup dalam madrasah Kaum Muda tidak melihat bahawa Islam Hadari bikinan Bapak Menteri ini memang bersumberkan dari madrasah ini, melainkan ia mencedok-cedok keseluruh aliran falsafah yang ada dalam Islam lalu di”bin”kannya dengan Islam Hadhari.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Justeru Islam Hadhari bukanlah minhaj aqidah, bukan juga aliran falsafah yang lengkap, melainkan ia hanya menunjukkan konsep umum Islam. Konsep inilah yang anak-anak kita belajar di sekolah. Malah kalaulah Islam Hadhari itu adalah Islam Progresif yang sering disebut-sebut - yang kononnya berdaya maju dan berdaya saing - yang utamanya ialah penumpuan kepada aqidah. Sebab aqidah yang membentuk kerangka pandang bagi penganut Islam. Tetapi peranan aqidah yang benar shahih tidak diajarkan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sebenarnya, propaganda ini harus ujud untuk mendepani cabaran daripada laungan “Masyarakat Madani” cetusan Anwar Ibrahim dan gelombang “Islam; The Way of Life” oleh PAS.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Lalu bangchik mula berpikir kembali; apakah Masyarakat Madani, Islam Hadhari dan Islam: The Way of Life adalah cerita genre Tiyam?&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Bangchik melihat bahawa setiap propaganda ini sekadar penyedap telinga dan santapan mulut. Kalaulah mereka jujur untuk membangunkan Islam, Kaum Muda dahulu telah membangunkan masyarakat di negara ini tetapi ditentang oleh orang-orang yang majal otaknya yang diketuai oleh Kaum Tua yang berlindung di balik jubah dan serban. Kaum Muda telah memulakan dengan aqidah kemudiannya fiqh. Justeru jalan untuk mereformasi masyarakat Islam kepada “pandangan sarwajagat” telah di rintis oleh golongan reformis sekian lama dahulu. Maka tanggungjawab masyarakat sekarang ialah mengikut dasar-dasar yang telah ada.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sungguh, bangchik merindui reformasi akan berlaku di Malaysia. Menunggu lahirnya manusia yang seperti Rasyid Redha di Mesir, Othman Dan Fobio di Afrika, Shah Waliyullah di Benua Kecil Asia dan Muhammad Wahhab di Tanah Arab.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-110248682557291828?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/110248682557291828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=110248682557291828' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110248682557291828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110248682557291828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/12/hukum-dwicipta.html' title='hukum dwicipta'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-110248669011495225</id><published>2004-12-08T14:15:00.000+08:00</published><updated>2004-12-11T12:17:49.603+08:00</updated><title type='text'>tiga dara pingitan</title><content type='html'>aku masih ingat masa kecil dulu kak bibik mengutuk Munah [bini muda abah yang umurnya lebih tua dari mak aku] dengan solekannya yang macam pelakon opera cina. kalau dari belakang Munah nampak macam perempuan cantek tapi bila ditengok mukanya; pasti setiap orang tertawa – muka warna putih sebab tempek bedak seinci tebalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata kak bibik yang masa itu masih bersekolah di Jitra: “Perempuan cantek tanpa solekan – natural. kalau ada pipi merah atau gincu, dah hilang seri, jadi tak cantek”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata ini aku ingat dari aku kecil sehingga kini. mungkin sebab itu aku suka perempuan yang punya solekan yang tipis saja, yang nampak natural. suka dengan perempuan yang ada ciri-ciri “typical Malay”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bila kak bibik terbang ke jepun sejak 1995, segalanya berubah. kak bibik dah jadi orang jepun walaupun dia punya kulit paling gelap dalam keluarga aku. mungkin dia rasa matanya sepet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya sejak dari dia di RPKJ di UTM Semarak lagi dah bersolek sakan. dan akhirnya dia bertambah-tambah bila berangkat ke jepun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terus simpan kata-katanya hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian aku masih ingat kata kak imah pernah kepada aku tentang lelaki idamannya: “Aku nak cari anak tengah. kalau sulung kena jaga adik beradik. kalau bongsu kena jaga mentua. nak yang handsom dan kaya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah! kak imah memang materialistik, dan aku fikir dia boleh mendamba sebab dia cantek [anak mak yang paling cantek], pandai, hatinya cekal, petah, punya ambisi yang tinggi. tapi akhirnya dia mendapat jodoh dengan abang zul, rakan sekolah kak bibik di jitra dan kemudian sama-sama menuntut di jepun juga. apa yang kak imah angan-angankan tak dapat tapi apa yang dia nak elak itulah yang dimiliki oleh abang zul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin sebab itu juga aku selalu menganggap banyak dari perempuan bandar ini selalunya punya permintaan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku senyum bila mengenangkan ciri-ciri bakal suaminya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian, kakak [kak umi] selalulah mengingatkan aku tentang bahawa bertapa ramai manusia yang suka mengata orang lain dan akhirnya tuhan mengujinya kembali dengan perkataan tersebut. macam kak bibik dengan kutukannya terhadap Munah, macam kak imah dengan angan-angannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku mula berfikir tentang aku: “Aku selalu mengutuk orang, mengkritik orang. pasti Tuhan akan timpakan aku dengan perkataan aku sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku juga selalu mengeluarkan prinsip-prinsip. sedang aku tak pernah memikirkan apakah aku pernah melanggari prinsip-prinsip itu. yang aku tahu; aku terus bercakap dan mengutuk dan mengkritik dan menyuarakan prinsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara jujur aku mengaku di depan neezal malam tadi [6/12/04]: “Aku banyak berkata, tapi aku banyak menyalahi apa yang aku katakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin kerana itu ajaran agama; diam lebih baik dari banyak berkata-kata. sebab banyak orang yang berkata dan akhirnya mereka sendiri akan melanggari perkataan mereka. manusia banyak memikirkan tentang orang lain tanpa memikirkan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kakak selalu berpesan kat aku: “Allah akan uji hang bila hang berkata-kata”.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-110248669011495225?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/110248669011495225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=110248669011495225' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110248669011495225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110248669011495225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/12/tiga-dara-pingitan.html' title='tiga dara pingitan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-110129434782351542</id><published>2004-11-24T19:05:00.000+08:00</published><updated>2004-11-24T19:05:47.823+08:00</updated><title type='text'>Tong Cham Ping</title><content type='html'>Dalam taklimat di Kulai dan sedikit di Pontian, aku ada juga cebut-sebutkan cerita yang Mak Ndak aku sampaikan pada Raya tahun lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang Tong Cham Pin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cerita tentang bahulu ataupun semperit, bukan juga tentang duit raya dan berapa lama cuti yang dapat. Malah ini bukan cerita tentang drama cina ataupun wayang opera. Juga bukan nama sedara lelaki Chin Peng tapi Tong Cham Pin adalah satu cerita tentang bangsa aku – Bangsa Melayu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sorang budak yang namanya Marzuki tetapi bila dia sebutkan namanya menjadi “Majuki”, berbau busuk, tak mandi pagi. Bila dok kat tepi dia bau busuk. Pastu Mak Ndak aku pun tanyalah kat dia; Hang tak mandi ka? Bau macam hindu paria.  Dia sengeh macam kerang busuk. Bilasuruh mengeja dia geleng kepala dan senyum. Disuruh membaca dia tunduk kepala dan senyum juga. Bila dimarah dia senyumkan muka lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari tanyakan kat dia; Bapak hang mana? Dia kata dah lama tak ada. Tanya mak kerja apa? Mak kerja Tong Cham Pin. Jadi mak aku pun tertanya-tanya dalamhati; “Kerja apa ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dikenang-kenangkan betapa ada dalam kelas itu ada beberapa orang yang tak tahu membaca sedangkan mereka itu sudah darjah dua, maka Mak Ndak aku pun buatlah kelas tambahan. Satu hari kelas tambahan tamat lewat, jadi Mak Ndak aku pun hantarkanlah si Majuki ni balik. Jadi masuklah kampung, sudah masuk kampung kena lagi masuh lorong kecil, belok kanan, belok kiri. Masuk kebun getah, masuk jalan belakang rumah orang. Haa.. kan depan tu. Mak Ndak aku pun berhenti kereta. Eehh ... bukanlah rumah saya. Kat depan tu. Jadi Mak Ndak aku pun start kereta dalm jalan lagi. Haa… belik kiri, lepastu kat depan ssikit rumah saya. Belok lah kereta itu ke kiri dan berhenti lagi. ehee… bukan lah rumah saya, tersilap. Dipendekkan cerita, akhirnya sampai lah juga ke sebuah gobok buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat jugalah Mak Ndak aku jumpa mak Majuki; Kak kerja apa, kak? Kak kerja potong asam keping ja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada raya ke empat, aku sekeluarga datang melayat Majuki dan maknya di Changkat Jering. Rumahnya rumah PPRT, rumah kerajaan. Tapi rumahnya tidak berapi dan berair. Dindingnya berlubang, atapnya tiris (bocor), lantainya tidak bertikar. Bila nak berak, carilah mana-mana semak ataupun batang pokok buat baja organik. Bila nak minum air, ambillah di perigi yang semacam lopak kecil. Bila aku jengokkan kepala ke periginya, airnya kuning. Air itulah dibuat mandi, air itulah juga dibasuh baju dan air itulah juga diteguk dan dijerang nasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahnya belakang reban ayam orang sebelah. Becak. Dari rumahnya nak ke jalan besar lebih dari setengah batu meredah denai. Untuk ke sekolah, majuki terpaksa bangun awal tanpa mandi dan berjalan lebih dari 1 km, sebab itu dia berbau busuk. Kadang-kadang dia datang ke sekolah, kadang-kadang tidak. Bila penat nak berjalan, tak datang lah dia, bila hujan turun, tak datang lah dia. Bila jalan becak, tak datang lah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan hanya bagi rumah yang ada dua bilik, satu bilik termenung. Api air, kerajaana tak bagi. Yang Berhormat juga tak bagi sebab Tong Cham Pin tak boleh buat profit untuk “Yang Berhormat”. Setiap bulan ada dapat bantuan sedikit dari Jabatan Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jengok ke dapurnya – tak ada apa-apa. Patutlah masa kami sampai itu tak ada nasi sedangkan jam sudah pukul 2 petang. Pukul 2 itu depa bersandar dengar radio kecil buruk yang dah rosak – dengar lagu raya sedangkan mereka tak ada semperit dan bahulu. Depa tak ada apa-apa melainkan gelaran “si miskin”. Depa sekeluarga tak makan tengah hari, makan malam saja, itupun kalau ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak majuki mati masa umur dia 6 bulan. Jadi dia tak pernah tengok muka bapak dia. Bila bapak dia meninggal, terpaksalah mak dia besarkan ketujuh-tujuh orang anak bersendirian. Kerana itulah abik beradik majuki tak terjaga, sampaikan abangnya yang darjah empat tak tahu membaca. Bila abang aku tanya apa namanya; “Jukipli” [zulkifli]. Kesihan sebab majuki dan jukipli pelat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang sungguh keluarga ini. Aku ingatkan keluarga aku yang malang, tapi rupa-rupanya ada orang yang lebih malang lagi. Teringat kata Wan SPG kepada Neezal: “Ko patut bersyukur, sebab ada orang lain yang lebih teruk dari ko”. Dan aku mula bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa balik, kak aku yang kat Shah Alam bagi tau yang dia boleh masukkan majuki dan adik beradiknya yang lain ke Yayasan Al Bukhari di Kedah. Dan kak aku juga memberi sedikit sumbangan dari Yayasan Al Bukhari sebelum balik.cukuplah untuk depa beli beras dan ikan bilis selama sebulan dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila aku kenang-kenang; hidup bangsa kita ini masih belum sempurna. Nasib orang kita ini belum terjaga. Dan orang yang ada moto itu patut bersyukur sebab ada yang hanya anaik basikal tua. Yang ada sebijik kereta kancil itu patut bersyukur sebab aya yang naik moto kapcai saja. Yang rumah papan patut abersyukut sebab ada yang tidur di tepi jalan saja. Tapi syukur bukannya menyerah tanpa berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas sampai kat kl, aku berasa ngan Rasydan di bangsar. Tengah makan nasi, ada pakcik buta minta sedekah. Aku hulurkan sedikit sebab duit aku pun sedikit saja. Rasydan tak suka; katanya orang yang minta sedekah ini pemalas. Depa boleh buat kerja. Bayangkan kalau sorang kasi RM 1, kalau satu malam dapat 10 orang dah jadi RM 10. itu kalau 10 orang satu malam. Kalau ada 20? Dia kata juga, kadang-kadang yang buta datang berteman dengan isteri yang sempurna, yang isteri itu boleh berkerja. Jadi dia buat kesimpulan untuk tidak mahu bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan pada dia; buat apakita selidik sama ada yang buta itu berpura-pura buta, yang capek itu berpura-pura capek, yang kurap itu berpura-pura kurap. Buat apa kita kirakan apakah dia yang meminta itu boleh berkerja, berapa banyak dia beroleh satu malam dengan menadah tangan. Ini bukan kerja kita. Tetapi apabila ada orang yang meminta, dan kita diberi sedikit kelebihan, maka berikanlah semampu kita. Sebenarnya Allah telah buka jalan kepada kita untuk bersedekah. Allah berikan kepada kita wasilah untuk melipatgandakan rezeli kita, satu wadah untuk membersihkan pendapatan kita. Jadi tidak perlu kita fikirkan apa yang akan di buta itu buat dengan duit kita dan apakah dia benar-bnar memerlukan duit kita. Sebab orang yang memberi lebih mulia dari yang meminta. Kalau kita di tipu, biarkanlah sebab setakat RM 1, tidaklah mengapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Se3lalunya yang bising-bising ini, yang tidak mahu bersedekah, Cuma malu bila orang sebelah hulurkan sedekah. Jadi cepat-cepatlah dia reka-reka alasan. Tak apa rasydan; kalau hang tak nak bersedekah, diam-diam sajalah!&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-110129434782351542?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/110129434782351542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=110129434782351542' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110129434782351542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110129434782351542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/11/tong-cham-ping.html' title='Tong Cham Ping'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-110129426972616444</id><published>2004-11-24T19:01:00.000+08:00</published><updated>2004-11-24T19:04:29.726+08:00</updated><title type='text'>perfileman</title><content type='html'>Masa raya baru-baru ini ada dua tayangan filem dari seorang Prof Madya dari Malaysia. Dia bikin cerita yang cukup takut dan lawak gila. Sebelumnya dia buat serita sedih. Yang menariknya heroinnya seorang model dan kemudian terjun dalam bidang nyanyian dan kemudiannya lagi sudah berlakun filem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang cukup membanggakan ialah prof  madya ini dapat menghasilkan filem yang cukup banyak jumlahnya berbanding Suhaimi Baba dan U Wei. Hinggakan baru-baru ini dia mendapat imbuhan kereta mewah dari syarikat tempat dia berkerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita “Hingga Hujung Nyawa” memang sedih. Aku bukannya sedihkan kepada Khatijah Tan yang mati di tepi kaki lima ataupun Abu Bakar Omar yang meraung sakan di tengah-tengah badai hujan. Tapi aku sedih melihat filem dari seorang prof yang ahli dalam perfileman. Kemudian filem “Tujuh Perhentian” yang juga lakukan Era Fazira yang cukup menakutkan. Takut bukan kepada hantu itu tapi takut kebosanan bila menonton. Dan cerita “Saya Tahu Apa Yang Awak Buat Raya Lepas” juga cukup menggeletek bulu ketiak aku yang berpintal. Kelakarnya hingga aku bergolek-golek di atas lantai melihat kebodohan filem itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alahai! Kesihannya filim melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pian; Razak Mohaidin ni bukan dari jurusan perfileman, dia dari marketing kot!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadam cerita-cerita yang punya kepandaian ini sukar kalau dalam bahasa Melayu. Yang banyaknya cerita-cerita yang merepek. Mungkin kita boleh mengharapkan golongan-golongan yang punya aspirasi tinggi seperti Yu Huang, Yasmin Ahmad, Amir Muhammad dan beberapa orang lagi seperti kumpulan artis ICT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru aku mengharapkan selepas ini Prof Madya itu tidaklah menjualkan seninya dengan sedikit keuntungan. Tidak lagi mengambil heroin yang cantek berdada besar dan hero yang tampan yang berjanggut halus; yang hero dan heroin ini tidak pandai berlakon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga mengharapkan bangsa melayu yang “berseni tinggi” ini tidak lagi menonton filem-filem yang membodohkan kita, yang merendahkan kepandaian kita dan yang menghinakan martabat kita sebagai manusia bertamadun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: kalaulah Prof tak ada calon untuk watak utama nanti, bangchik ada, pian pun ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali sekala bagilah Yusri dan bininya jadi pak pacak sebab pak pacak tak payah dialog. Cuma terpacak ataupun lalu-lalang saja. Depa tu bukannya pandai sangat berlakon!&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-110129426972616444?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/110129426972616444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=110129426972616444' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110129426972616444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110129426972616444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/11/perfileman.html' title='perfileman'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-110129406113603328</id><published>2004-11-24T18:59:00.001+08:00</published><updated>2004-11-24T19:01:01.136+08:00</updated><title type='text'>aku pria terhebat</title><content type='html'>Aku seolah-olah mahu jadi yang terhebat sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang punya jiwa besar akan punya impian besar. Orang yang jiwanya kecil selalunya punya keinginan kecil. Orang yang tidak punya impian bukanlah orang namanya, sebab setiap orang pasti akan punya keinginan. Inilah namanya nafsu. Justeru nafsu akan terus mekar dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan anggapan bahawa “aku adalah pria terhebat” maka aku melihat segalanya adalah simple dan orang-orang lain adalah tidak hebat  – manusia simple juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai aku katakan hitam warnanya, maka jawabannya tentu akan hitam. Kalau putih kataku maka putihlah. Kalau kataku cocok dengan kebenaran maka itu adalah satu kebenaran. Andai kataku nyata menyeleweng dari kebenaran, maka ia tetap juga adalah kebenaran, cumanya hakikatnya belum ditemui lagi olah orang. Maka sesuatu itu tidak boleh bersalahan dengan kata-kataku, kerna kata-kataku adalah hukum dan aku adalah pemutus hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam itulah kelakuan gila orang yang punya anggapan “Aku adalah pria terhebat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan macam itulah gilanya aku bila aku mengenangkan kegilaanku. Sehingga akhirnya aku mengetahui bahawa aku perlu untuk melawan gelojak nafsu gila itu. Aku perlu sadar bahwa di luar sana kehebatan yang aku miliki tidaklah seberapa. Yang hebatnya hanya dalam pikiran aku saja. Di luar sana bukanlah kata-kataku yng akan menapaki kebenaran tetapi kebenaran itu adalah sesuatu yang tidak menyeleweng dari hakikat. Dan hakikat itu adalah termaktub, tunggal dan tidak berbilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggapai kebenaran itu, ia bukanlah satu kerja mudah. Sulit untuk mengetahui kebenaran yang benar. Sebab kebenaran itu ada banyak jenis. Ada yang terbit dari kepalsuan, diciptakan oleh orang jahat. Ada yang terbit dari kebodohan, dicipta oleh orang bodoh. Ada yang terbit diri kesesatan, diciptakan oleh orang yang jahil murakab. Dan ada yang lahir dari kebenaran itu sendiri. Yang terakhir inilah yang setiap manusia mahukan andai dia menemuinya. Tetapi bagaimana kita bisa memilah lantaran semuanya mengaku “benar”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana itulah, seperti yang telah aku katakan, bahawa “pria terhebat” seperti aku ini dengan mudah mengenal kebenaran. Sekilas ikan di air, aku tahu jantan betinanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh betapa hebatnya aku dengan hanya melihat kilas ikan di air, maka aku juga boleh berkata apa saja mengikut kemahuan aku. Hari ini aku boleh katakan bahawa ikan itu seorang jantan. Dan esoknya aku boleh berkata bahawa ia sebenarnya seekor wanita. Dan lusanya aku berkata lagi: “Sebenarnya ikan itu bukan jantan dan bukan betina, melainkan dia seekor pondan!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mendengar kata-kataku, ada yang berkata: “Gila rupanya orang ini”. Ada juga yang mengumpat-umpat aku, malah banyak yang cuma diam, tapi dalam hati mereka mengatakan aku ini “cakap tak serupa bikin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria terhebatkah aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau aku manusia gila yang mengilaai kehebatan diri? Atau manusia yang tidak pernah mengintrospeksi [muhasabah] diri?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-110129406113603328?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/110129406113603328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=110129406113603328' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110129406113603328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/110129406113603328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/11/aku-pria-terhebat.html' title='aku pria terhebat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-109981708484516130</id><published>2004-11-07T16:39:00.000+08:00</published><updated>2004-11-07T16:44:44.846+08:00</updated><title type='text'>Buku - Panglima Salleh: Selempang Merah</title><content type='html'>Panglima Salleh: Selempang Merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Zaharah Nawawi&lt;br /&gt;Terbitan: Dewan Bahasa Dan Pustaka&lt;br /&gt;Cetakan: Ketiga 1995&lt;br /&gt;Mukasurat: 400&lt;br /&gt;Harga: RM 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertamanya tujuan membaca buku ini hanya untuk mencari perkataan dialek Banjar setelah Hidayat memberikan buku dalam format yang agak tebal ini kepada saya satu malam beberapa minggu yang lepas. Tamat disitu setelah tidak menjumpai apa yang saya inginkan. Saya dapati hanya sedikit sahaja dialeh Banjar didalam buku ini. Mungkin kerana Zaharah tidak menguasai bahasa tersebut getus hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dua hari yang lepas setelah selesai solat tarawih, saya menggapai buku ini, sekadar untuk bersantai. Lalu saya dapati buku yang ditulis oleh Zaharah Nawawi ini cukup membuatkan saya bersengkang mata semata-mata untuk menghabiskannya sebelum jam 2 pagi. Jadi saya sekadar membaca secara “ekspres” persis lajunya “KLIA Ekspres”. Justeru banyak juga perenggan-perenggan yang saya langkau, yang bagi saya perenggan itu tidak menjejaskan kesedapan bacaan yang tengah saya nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang mengenal Zaharah Nawawi; sebagai seorang novelis yang terkenal dan juga sebagai seorang pengkritik seni tanah air. Tetapi inilah buku pertama beliau yang sempat saya hadamkan. Mungkin di lain masa saya akan berusaha untuk membacanya. Terasa rugi juga dihati kerana saya sempat membelek-belek beberapa novel beliau ketika di perpustakaan sekolah dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bermaksud untuk mengulas buku ini; tidak juga mahu menceritakan jalan ceritanya dan sama sekali tidak mahu memperkenalkan watak-watak lakonan utamanya, akan tetapi apa yang menjadi tarikan kepada saya ialah perang saraf yang dilaksanakan oleh Panglima Salleh ini. Tertarik bagaimana Panglima Salleh menggunakan muslihat ataupun strategi perang yang berkesan ketika menggempur Komunis. Beliau menggunakan taktik yang cukup berkesan, yang tidak terjangkau oleh orang kampung pada zaman itu malah orang kampung zaman ini juga yang hidup di tahun 2004. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat bahawa bangsa yang kulitnya cokelat ini merupakan satu bangsa yang mahir dalam seni peperangan suatu masa dahulu. Tetapi kerana kebebalan bangsa coklat ini untuk menimba ilmu yang akhirnya  membuatkan kepala kita majal dan tolol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalaulah Panglima Salleh ini seorang penulis, akankah  dia menulis sebuah kitab peperangan yang sama hebatnya dengan “The Art Of War”. Kebijaksanaannya dalam merancang strategi amat tinggi, malah rasanya dia mendahului orang-orang Jepun dan Britan pada masa itu dalam seni peperangan. Cumanya bangsa Jepun dan Britan pandai kerana sudah terdedah dengan ilmu sains, sedangkan tetapi Panglima Salleh hanya tahu haruan dan lading sahaja (dia hanya bersekolah rendah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi unsur yang perlu diketengahkan ialah bagaimana Panglima Salleh ini mengambil peluang untuk berdagang dalam keadaan kucar-kacir hinggakan dia beroleh keuntungan yang menyenangkan hidupnya. Justeru Panglima Salleh ini dapat kita jadikan sebagai ikon orang Melayu yang berjaya menjadi perwira disamping sebagai seorang peniaga berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dibantu oleh isterinya yang konon-kononnya mendapat pertolongan dari kerabatnya yang ghaib di Makkah, novel ini menyulam unsur-unsur mistik dan tahyul. Kemistikan dan ketahyulan adalah sebahagian daripada alam Melayu. Malah sekarang ini juga TV3 sedang mencandu orang kita dengan cerita-cerita semacam ini dengan slot “Misteri Nusantara”nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berapa menggemari cerita-cerita mistik malah saya juga tidak berapa menyenangi cerita mengenai keanehan-keanehan ini lantaran kebanyakan dari cerita itu adalah palsu dan dusta. Saya hanya mempercayai karamah dari para masyaikh yang benar-benar soleh dan alim, tidak mempercayai keanehan-keanehan yang terbit dari orang-orang kerdil alias kecil yang hanya tahu meratib meraban. Maka saya secara peribadi menganggap ilmu-ilmu dari seni silat banyaknya yang menyeleweng dari yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika singgah di rumah seorang teman, sempat saya bertanyakan kepada orang-orang Kampung Parit Raja, Daerah Batu Pahat dimana peristiwa orang Melayu mengamok memerang Komunis berkenaan dengan “Pemerintahan 14 Hari” dan Panglima Salleh, tetapi sedikit mengecewakan bila mendengar jawapan mereka: “Kami kurang tahu”. Tetapi tanpaknya cerita ini lebih dikenal oleh orang-orang di Pontian. Mungkin kerana Panglima Salleh ini asalnya dari Kampung Kayu Ara Pasong. Mungkin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit maklumat yang ingin saya kongsi berkenaan dengan Melayu Banjar ialah bahawa sifat Banjar ini dikatakan suka “batimpas” iaitu sering berkelahi. Sebenarnya sifat ini terakam dalam diri orang Banjar lantaran mereka ini jenis perantau dan peneroka hutan. Mungkin kerana itulah Panglima Salleh ini hebat bertarung. Tetapi bangsa ini juga terkenal dengan sikap lemah lembut mereka. Cumanya pantang bagi orang Banjar ialah jangan diusik kehormatannya, kalau disinggung maka batimpaslah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, novel sejarah ini yang tinggi nilainya merupakan sebuah buku yang bagus untuk peningkatan jati diri bangsa Melayu yang kian layu, juga baik untuk mengenal sejarah perjuangan bangsa Melayu sebelum kemerdekaan negara. Elok benar kalau novel ini mengambil tempat dodoian anak kita yang mengantuk - ganti cerita “Puteri Salju” (Snow White). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya menunggu masanya pembikinan filem Panglima Salleh ini. Mungkin nanti kita boleh berbangga dengan filem ini kalau barat berbangga dengan filem-filem patriotik seperti: “Menyelamatkan Prebet Ryan” dan “Hati Keras”. Cukup kalau diberi 4/5 bintang setelah ditimbang dari berbagai sudut. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-109981708484516130?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/109981708484516130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=109981708484516130' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109981708484516130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109981708484516130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/11/buku-panglima-salleh-selempang-merah.html' title='Buku - Panglima Salleh: Selempang Merah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-109979442090921895</id><published>2004-11-07T10:26:00.000+08:00</published><updated>2004-11-07T10:27:00.910+08:00</updated><title type='text'>Perihal Memilih</title><content type='html'>Andai saja kita terjumpa sebuah lampu minyak tanah di sebuah gua lalu kita menggosoknya dan serta-merta keluar jin toncet. Kemudian jin yang rambutnya berikat tegak di atas kepala itu merasakan begitu bertuah lantaran dia dilepaskan dari penjara. Sambil mengeliat dan membuat sedikit senaman ringan, jin toncet berbadan besar itupun mengucapkan terima kasih dan menawarkan tiga peluang permintaan untuk di kabulkan sebagai tanda penghargaannya atas “ketidak-sengajaan” kita melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang kita fikir untuk tiga peluang itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketera besar? Mungkin! Tapi nanti harga kereta akan turun sebab kereta adalah sesuatu yang susut nilai. Hari ini harganya satu juta, mungkin tahun depan sudah jadi 500 ribu saja. Rumah besar berpagar tinggi? Boleh saja. Tapi nanti siapa yang ingin bayarkan cukai pintu yang juga besar itu? Entah-entah akhir bulan api kena potong sebab tak terbayar. Wang segudang? Wah... ini tentu lumayan! Tapi nanti siapakah yang akan menguruskannya? Macam mana nak elak dari cukai simpanan? Maling dan perampok yang cukup pandai mencuntan dan merampok? Jadi apa yang kita mahukan? Kalaulah saya berjumpa dengan jin itu, saya akan berkata kepadanya: “Aku tak perlukan tiga peluang, cukup dengan satu sahaja”. Lalu kata jin itu: “Apa dia?”. “Doa yang makbul”. Maka dengan ini saya akan memperoleh apa saja melalui doa yang saya panjatkan”. Inilah namanya kebijaksanaan dalam mengambil peluang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan rasanya cerita diatas adalah dongengan untuk anak-anak kecil yang berhingus. Bagi manusia yang sudah bersunat, maka janganlah berangan-angan ingin berjumpa dengan jin toncet sebab khabarnya jin toncet tidaklah mempunyai kekuatan untuk memakbulkan permintaan. Hanya orang gila saja percaya khabar semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai kita diberi pilihan untuk memilih antara dua benda yang kedua-duanya kita inginkan. Ambil contoh bila kita diberi pilihan antara sebuah rumah agam tiga tingkat dan sebuah ketera ferrari. Mana satukah yang kita pilih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mahukan sebuah rumah dan saya juga mahukan sebuah kereta. Kedua-duanya saya inginkan, lalu bagaimana saya menyikapi keadaan ini? Sebenarnya sukar bagi saya untuk membuat keputusan antara dua tawaran yang saling kuat, yang semacam inilah. Kadang-kala pilihan akan lebih menyusahkan daripada tiada pilihan. Tapi kadang-kala tiada pilihan akan menekan jiwa kita juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah juga apabila melihat kepada pilihan antara “keaslian” dan “kemodenan”. Ini bukan terjemahan daripada buku Prof Dr Yusuf Qaradhawi. Tetapi ia lebih menekan dalam budaya bangsa yang hidup di Nusantara ini. Kalau Dr Qaradhawi menghuraikan dalam mauduk Islam maka penjelasan saya lebih kepada budaya Melayu. Tetapi apa yang menjadi titik persilangannya ialah aliran metode yang sama digunapakai dalam menangani problematika ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dalam zaman ini, iaitu setelah bangsa kita yang mundur kebelakang dalam puluhan langkah dan dalam mata-mata bangsa kita semakin celik melihat ketamadunan barat serta timur. Maka bangsa yang mundur ketinggalan ini pun mula terkejut lalu terlopong besar lantas berteriak:. “Kita perlu maju seperti majunya mereka!”. Untuk itu ada sesetengahnya melucutkan tengkolok lalu menggantikannya dengan topi “cowboy”. Ada yang membuang baju kurung dan disarungkannya skirt pendek. Berseberangan mereka pula ada kelompok yang terus menolak sabun buku Fab dan Pizza Hut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita hairan; mengapa wujud dua sikap yang keras terhadap tamadun luar? Satunya menolak terus dan satunya menerima terus. Dua sikap yang tidak dapat disatukan, saling antagonis dan serang menyerang. Inilah masalahnya; antara menjaga keaslian bangsa kita dengan kemodenan yang datang dari luar. Kita manusia-manusia yang masih cintakan bangsanya serta budayanya tetapi dalam masa yang sama ingin menjadi maju, mengalami gangguan emosi dan pikiran; bagaimana ingin jadikan budaya kita ini unggul dan mampan tanpa membuang keaslian dan dalam masa yang sama mencerap kemajuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita perlu berbuat sesuatu untuk mencari “Budaya Melayu Unggul”. Maknanya kita perlu beramal dengan satu bentuk budaya yang baharu. Budaya yang mantap serta berdaya maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukumnya telah ada; antara integrasi atau asimilasi ataupun akulturasi. Dan hukum difusi budaya [penyebaran] umum menyatakan bahawa sesuatu budaya baru yang akan diambil akan menyebabkan sesuatu budaya lama (yang nilainya berpadanan dengan budaya baru yang mengambil tempatnya itu) akan ditinggalkan, tidak dapat kedua-duanya berjalan secara serentak. Mesti ada sesuatu yang dimenangkan dan mesti ada sesuatu yang tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru kerana itulah kita berhadapan dengan dilema yang besar, sugul kepala-kepala bijak pandai kita. Dan akhirnya masalah ini dibiarkan berlalu begitu saja tanpa ditangani dengan berstruktur dan berkesan. Ada tokoh-tokoh kita yang sering mengingatkan kita akan kepentingan budaya kita (seperti Dr Hassan Ahmad) tetapi kuasa menjalankan budaya bergantung kepada masyarakat banyak. Andai masyarakat kita menolak budaya sendri maka kita tidak dapat menghalangnya sebab pengamal budaya lah yang menentukan sesuatu budaya itu akan hidup ataupun terkubur. Kita berharap masyarakat kita matang untuk mengamalkan sesuatu budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bertambah malang lagi bila “Orang Barat yang berbontot hitam” menguasai jabatan-jabatan penting dalam negara dan mereka ini berperanan dalam membuat dasar negara. Dengan menjawat jawatan besar, “Orang Barat Berbontot Hitam” pun mencambuk budaya kita, dicabulinya setiap pilar sendi budaya kita hingga budaya Melayu tidak bersemi lagi. Akhirnya budaya Melayu yang kita sayangi ini sudah tidak dapat berdiri lagi seperti gemilangnya budaya ini suatu masa dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sesuatu budaya; sama ada budaya kebendaan ataupun budaya bukan kebendaan saling bergantungan. Dan mereka berdiri serta tersebar dengan satu elemen yang kuat, yang kita panggil dengan sebutan “asas budaya”, iaitu bahasa. Walaupun sesetengah orang yang tidak mengerti memanggil bahasa sebagai sebuah alat komunikasi semata-mata tanpa melihat fungsinya yang lebih luas, namun kuasa bahasa tidak dapat kita pungkiri. Kerana bahasalah yang menjadi wadah dalam menerangkan sesuatu, bahasa akan menceritakan makna budaya itu, dan bahasalah yang menyebar-luaskan sesuatu budaya. Sehingga itulah, kita dapati bangsa yang maju dalam setiap zaman mempunyai bahasa yang maju, dan bangsa yang maju itu tidak meminjam bahasa bangsa lain melainkan mereka menuturkan bahasa bangsa mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mungkin kerana majalnya [tumpul] otak “Orang Barat Berbontot Hitam” dalam menghayati semangat permodenan, dan mungkin juga mereka itu sudah dibasuh otaknya oleh Orang Barat Totok (atas slogan Beban Bangsa Barat), maka mereka melihat bahawa budaya Melayu itu harus diubah sama sekali melainkan hal ehwal perkahwinan sahaja. Ini seperti British yang menghapuskan Undang-Undang Islam dengan menggantikannya dengan Undang-Undang Sivil, tetapi mengekalkan undang-undang kekeluargaan Islam dalam institusi kekeluargaan. Mereka menyangka bahawa untuk maju perlu mengambil segalanya dari tamadun luar terutamanya Tamadun Barat. Paling utama ialah menggantikan peranan bahasa Melayu dengan Bahasa Inggeris. Kerana itulah ada mak menteri yang cuba menghapuskan bahasa Melayu sendiri dan ada bapak menteri yang meminggirkan bahasa melayu dalam pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak melihat adanya bapak menteri kita yang punya kepedulian yang besar terhadap budaya bangsa mereka. Malah saya juga tidak melihat adanya mak menteri kita yang bersungguh-sungguh untuk itu. Kalau adapun mereka dapat dikira (termasuk dalamnya ialah Dato’ Rais Yatim). Kalaulah ada yang mengaku, maka itu adalah sasulan mereka yang tengah hilang waras akibat menghisap babiturat ataupun marijuana. Kata seumpama itu adalah kata yang penuh dengan unsur politik dari seorang pelitikus yang menikus – untuk memastikan kelangsungan mereka. Kalaulah mereka itu jujur orangnya, mereka akan berbahasa Melayu dalam sebarang persidangan, temubula, rakaman dan apa saja program dalam negeri. Tetapi nampaknya mereka lebih gemar berbahasa luar kerana takut-takut dipandang kolot. Tetapi saya yakin ada diantara mereka yang sudah pasang niat, namun tersalah dalam bertindak ataupun takut-takut untuk bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan chauvanisme bahasa, juga bukan chauvanisme budaya. Cumanya saya fanatik kepada kebenaran. Benarnya untuk maju ialah dengan memperkasakan Bahasa Melayu sehingga sebanding dengan Bahasa Inggeris. Benarnya untuk maju ialah dengan meningkatkan budaya ilmu dalam masyarakat saya yang malas-malas ini. Benarnya untuk maju ialah dengan menyegarkan kembali spritual rohaniah bangsa saya. Dengan ini kebenaran untuk maju tanpak jelas tanpa terselindung, hingga si buta juga mampu melihat cahayanya – tembus ke dalam hatinya. Namun cahaya ini tidak mampu merodok otak tumpul Orang Barat Berbontot Hitam sebab mereka ini ibarat itik dan kita ini ibarat ayam; seekor berkokok dan seekor berkuak, seekor berkais dan seekor menyudu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak boleh menggantikan budaya kita dengan budaya luar. Justeru kita menolak proses asimilasi sebab ia akan melenyapkan budaya kita. Kita juga menolak integrasi terhadap tamadun luar andai kita terpaksa meninggalkan banyak unsur-unsur budaya kita. Untuk maju itulah kita perlu kekalkan keaslian budaya kita dengan pertamanya mengekalkan bahasa kita. Kemudian kita serap mana-mana budaya luar yang memberuntungkan kita dan kita tinggalkan budaya kita yang tidak membawa kebaikan. Inilah yang dipanggil akulturasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi akan wujud pula masalah lain dalam proses ini; iaitu siapakah yang berhak untuk menentukan unsur yang baru yang akan diadopkan dan unsur lama yang perlu dicicirkan, serta apakah kayu-ukur yang akan digunapakai dalam menetukan kedua-dua unsur itu? Ini kerana setiap orang punya pandangan tersendiri. Seorang menganggap sesuatu itu baik dan orang lain menganggapnya buruk, sehingga jika masalah ini dibiarkan akan menghambat proses pemodenan yang kita harap-harapkan. Kita takut kalau-kalau kita terbuang satu budaya yang sebenarnya tidak merugikan kita atas kecuaian memilah budaya unggul. Sebab dengan ini, untuk kembali mengamalkannya akan lebih sulit daripada terus mengamalkan budaya baru yang telah diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyarankan kepada bangsa saya, termasuk diri saya untuk melazimi bahasa luar terutamanya Bahasa Inggeris dan juga untuk mendekati budaya-budaya bangsa lain agar kita mampu untuk melihat indahnya budaya kita dan cantiknya budaya mereka. Dan dengan berbuat demikian, ilmu serta pengetahuan kita akan bertambah serta kita akan lebih muda untuk menghasilkan “Budaya Melayu Unggul” yang akan diamalkan oleh kita dan bangsa kita. Saya juga menyeru kepada Orang Barat Berbontot Hitam, supaya mereka itu sedar daripada membontoti Barat. Telitilah sekian banyak sejarah dan renunglah dalam-dalam. Sia-sia saja kalian ini belajar tinggi-tinggi kalau tidak dapat mengamati. Kepada Orang Melayu Kolot, supaya mereka itu membuka dada serta minda dan janganlah terlalu keras bertindak sebab hukum budaya adalah sifatnya berubah dan berkembang. Justeru kita yang mencintai budaya kita inilah yang harus memimpin perkembangannya dan memastikan perubahan itu akan menjadikan kita lebih unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya masalah memilih adalah satu hal yang rumit. Antara kebijaksanaan dan kebodohan. Antara wawasan dan nafsu. Antara mengamalkan dan meninggalkan. Antara menerima dan menentang.  Antara lunak dan keras. Antara kesungguhan dan kepura-puraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya inginkan keaslian dalam kemodenan. Anda?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-109979442090921895?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/109979442090921895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=109979442090921895' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109979442090921895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109979442090921895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/11/perihal-memilih.html' title='Perihal Memilih'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-109532065554034251</id><published>2004-09-16T15:43:00.000+08:00</published><updated>2004-11-05T22:59:10.523+08:00</updated><title type='text'>hikayat isketambola</title><content type='html'>minta-minta esok aku mampu menulis "hikayat isketambola" cerita tentang bangsa ketam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Arakian cerita ini berasal dari hikayat lama, disebut dalam lautan yang dalam di Benua Daksina sana, berdiri sebuah kerajaan makhluk yang namanya ketam di terumbu karang Wisago. entah bagaimana negara itu di namakan sebagai "Isketambola", tidaklah orang tahu melainkan moyang-moyang ketam dahulu kala sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terumbu karang Wisago sangatlah indah keadaannya, besar meninggi, bunga-bunga mekar sepanjang musim. karangnya baik, arus air laut nyaman, panas sedikit diwaktu musim sejuk dan sejuk sedikit di waktu musim panas. tiada gelora yang melanda, tiada juga jerung yang menyerang. semuanya baik. begitu jugalah baiknya pasir di situ. lalu hiduplah bangsa ketam yang kulitnya agak "cokelat", yang bangsa ini memanggil diri mereka sebagai "Bangsa Ya Yu". tetapi sejak 500 tahun dahulu Isketambola didatangi segerombolan bangsa ketam lain dari benua lain. konon-kononnya ada dua bangsa besar yang datang berhijrah ke sini, satu yang kulitnnya agak gelap dan satu lagi agak kuning. yang gelap itu yang namanya "Bangsa Hin Ya" datangnya bertongkang, dan yang kulit kuning itu yang namanya "Bangsa Cin Ha" juga datang bertongkag. kata dua bangsa ini bila ditanya Dato Dermaga: "kami datang sini sebab Terumbu Karang Wisago khabarnya makmur, negara Isketambola khabarnya gagah!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu hiduplah ketiga-tiga bangsa ketam ini dengan harmoni, walau kadang-kadang ada sedikit dari bangsa yang kelam memusuhi yang kuning, yang kuning memusuhi yang cokelat, yang cokelat memarahi yang gelap, dan seterusnyalah. tetapi itu hanya sedikit sahaja dari semua bangsa ketiga-tiganya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkerjalah bangsa Ya Yu dengan mengutip makanan. dicarinya ikan-ikan kecil yang menyorok di terumbu karang. kadang-kadang mendaki hingga puncak. kadang-kadang menggorek pasir hingga dalam. dan bangsa Hin Ya pula suka menyorokkan diri dalam rimbunan bunga. melilit-lilit datang bunga itu dengan sepitnya. itulah mata pencarian bagi bangsa kulit gelap sekian lama. sedang yang mencari batu-batu karang oleh bangsa Cin Ha. tapi entah bagaimana akhirnya bangsa yng kuning ini menjadi peniaga dan meninggalkan pekerjaan lama mereka sebagai pencari batu karang. dan ada juga dari bangsa Hin Ya yang jadi peminjan duit tetapi mengenakan imbuhan. dicalitnya tiga jalur warna putih di dahi apabila mahu jadi cheti, si pengutip wang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di tengah-tengah terumbu Wisago itu terbangun sebuah bangunan indah, besar dan kukuh. berdiam disana para pembesar bersama-sama Raja Chak Kaliyamput. orangnya gemok, sepitnya besar. kalau diangkat sepitnya itu lalu dihempat ke kepala ketam lain, maka hancurlah ia jua. jika sepitnya itu dibuka dan menyepit ia akan kita, maka terputus dua lah kita. istananya besar, dibuat dengan emas dan permata, wangian setanggi menusuk kalbu. dayang-dayang yang mempersonakan menari di tengah singgahsari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali itu datanglah para utusan bangsa cokelat dari desa-desa, menceritakan perihal kampung masing-masing kepada Raja. maka rajapun menggeleng kerana tidak tahu apa yang harus diulahnya kemudian. bertitahlah dia: "Kepala beta pening, sebab tadi beta gering. suruhlah Mamanda menteri uruskan". lalu sepurnama kemudian, para utusan kembali datang, mengadu jua ia kepada raja sekali lagi. dilihatnya oleh utusan akan dia sedang bermain guli dengan dayang istana. takut diganggu nanti murka, disumpahnya jadi kera. ini daulat sang raja. kera dilautan akan mati jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah lama menunggu di balai rong, akhirnya datanglah raja Chak Kaliyamput menemui para utusan dari kampung. mengadu sekali lagi perihal anak kampungnya yang sering tidak punya makanan. digeleng-geleng kepala oleh Raja bila mendengarnya: "Tidak kah kamu mahu mencari rezeki sendiri? mengadu kepada beta? beta menitahkan kamu sekelian untuk mencari anak-anak ikan di terumbu karang beta ini!". kemudian dia kembali bermain, tapi kali ini ia bermain sorok-sorok dengan para pegawainya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu anak kampung yang kebuluran itupun bermesyuarat. bulat air kerana pembentung, bulat kata kerana muafakat. kata putus dicapai: "mahu cari tanah baru, mahu ditebas dan bangunkan rumah. mahu cari rezeki di tempat lain". lalu diutuslah oleh tok ketua kampung akan lima ekor ketam. setelah cukup kiraannya, berangkatlah lima ekor ketam bangsa Ya Yu. setelah sekian lama meredah hutan, menyeberangi jurang, mendaki bukit akhirnya mereka sampai di tanah tinggi. dari atas itu mereka berlima dapat melihat dataran yang hijau, penuh dengan bunga-bunga, banyak anak ikan berenang. lalu tergopoh-gapahlah kelima-lima ketam bangsa Ya Yu ini menuruni bukit. semakin lama semakin laju, semakin dekat mereka dengan dataran semakin berdebar. dan tiba-tiba mata mereka kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila dibukakan mata, terkejut mereka berlima, sebab mereka sudah berada dalam sebuah lubang yang dalam. hendak berenang keluar tidak mungkin sebab mereka ketam. hendak disepitnya dinding tidak mungkin sebab licin. maka mereka pun melihat-lihat sekeliling. kekanan-kekiri ditolehnya. kedepan dan kebelakang dilihatnya. tak ada apa-apa yang boleh digunakan. sedang mereka bertengkar menyalahkan orang lain tentang perihal kejatuhan mereka kedalam lubang itu, terdengar satu sapaan dari belakang. ditoleh serentak; melihat ada lima ekor ketam dari bangsa Cin Ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangsa Cin Ha memberi usul supaya mereka menghulurkan bantuan, agar selamatlah jiwa bersepuluh semuanya. masing-masing membantu. lalu bermesyuaratlah bangsa Ya Yu, "bangsa Cin Ha ini keparat, hatinya busuk, pencekik darah. mana mungkin mereka ikhlas". lalu ditolah pelawaan itu. kemudian berlalulah ketam bangsa Cin Ha meninggalkan mereka yang masih bertegang urat menyalahkan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dua ekor ketam bangsa Cin Ha menundukkan badan, kemudian seekor lagi naik berdiri atas yang membongkok itu, kemudian memanjat seekor lagi dan memijak bahu yang berdiri tadi. dan yang tinggal seekor itupun naik menijak yang membongkok, memanjat yang berdiri dua ekor itu. kemudian dia naik keatas sekali, menjengketkan kakinya. dan sepitnya dibuka luas-luas, cuba mencapai akar yang berselirat di muka lubang. akhirnya dia dapat mencapai lalu naiklah keluar dari lubang besar itu. kemudian dia mula menarik sepit bangsanya yang empat dibawah hingga tidak tersisapun jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang setelah habis bangsa Cin Ha naik ke atas lubang, barulah bangsa Yu Ya terperasan. kemudian mereka memandang masing-masing. "mana mungkin aku boleh percaya sama mereka. kalau mereka naik dahulu, pasti ditinggalkannya aku. oleh itu akulah yang dahulu naik". kelima-limanya berfikiran sama. alangkah ajaibnya bangsa ketam cokelat ini. oleh kerana masing-masing tidak mahu mengalah dan menaruh hasad dengki, maka sampai kesudah mereka berada di situ. apabila dilihat oleh yang lain ada dari mereka berlima memanjat, maka yang lainnya mula menyepit kaki yang memanjat itu hingga kembali ia jatuh ke lantai. begitulah kerja mereka. hingga lewat malam barulah disuluh lambu dari atas. kenudia terdengar suara pelat, cuba menghulurkan bantuan. mahu-tidak mahu maka kelima-lima ketam malang inipun menerima bantuan walaupun terpaksa membuat perjanjian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah berehat secukupnya, maka perjalanan ke dataran luas itupun diteruskan. maka mereka tiba jua akhirnya walaupun penat dan letih. mulalah mereka mendirikan rumah masing-masing. kemudian setelah selasai didirikan rumah itu, merekapun mengutuskan surat, mengatakan bahawa tanah disitu amat sesuai. sudah ditilik dengan kitab Tajul Muluk. kemudian sepurnama kemudian, datanglah rombongan dari kampung. sepurnama lagi, maka sudah wujud sebuah kampung baru di situ, kampung itupun dinamakan sebagai Ma sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang berlima itu sekarang ini sudah terkenal sebagai ketam penyelamat bangsa. lalu berceritalah ketam-ketam penyelamat bangsa ini bahawa mereka dengan gagah menempuh perjalanan yang maha bahaya ini. berlawan dengan jerung hingga jerung tertewas. mereka berlari menyorok bila gergasi kurita mengejar mereka. malah semuanya cerita yang dituturkan oleh mereka berlima itu sangat-sangatlah tidak masuk akal. tetapi kerana mereka itu "si penyelamat bangsa" maka semua yang terkeluar dari lidah mereka berupa cerita benar belaka. sekarang ini si penyelamat bangsa itu mendapat gelar Dato dan Tan Sri-Tan Rri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apabila si lima yang kononnya berjasa itu melihat banyak makanan dan baju yang perlu digunakan oleh orang kampungnya, terfikirlah mereka untuk berniaga. tetapi jumlah untuk membuka toko mahal harganya; sekitar 5000 dinar. sedang setiap mereka hanya ada 1000 dinar sahaja. di sebelah kampung mereka ada sebuah kampung bangsa Cin Ha, dan di sana juga ada si lima yang terperangkap itu. dan mereka juga sama keadaannya dengan si lima Bangsa Ya Yu. tetapi mereka itu berkongsi dahulu untuk membuka toko. maka jadilah jumpa duit mereka 5000 dinar. purnama pertama mereka membuka sebuah toko, mereka berlima kerja disitu. purnama kedua ada dua toko, puyrnama ketiga ada tiga toko, purnama keempat ada empat toko, dan purnama kelima sudah ada lima toko. maka akhirnya mereka telah ada toko sendiri dengan hanya 1000 dinar apabila mereka bergkongsi. tetapi setelah 10 purnama berlalu masih tiada toko yang dapat dibuka oleh si lima ketam bangsa cokelat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walaupun akhirnya setelah tua mereka dapat juga membuka toko. tetapi hanya dua. tiga ekor berpakat buka toko baju, dua ekor pakat buka toko makanan. tidak lama kemudian seekor ketam dari toko baju membelot yang dua lagi lalu lari. dan seekor ketam dari toko makanan menipu pelanggan. akhirnya kedua-dua toko itupun ditutup sebab tidak untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga kini bangsa ketam Ya Yu masih berangan, yang rajanya main gundik, yang pembesarnya bermain kata, yang peniaganya menipu, yang rakyatnya hatinya syak wasangka. tapi mereka semua malas-malas untuk berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya mereka mendengar lagu nyanian ketam M Nasir berduet dengan ketam S M Salim: Seloka Cak Kun Cak. hanya dengar saja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Satu masa yang telah silam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Tak dapat diambil kembali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Melayu mashyur serata alam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Hidup mewah gagah sekali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Pahlawan kita nama terbilang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Ditakuti ramai perwira&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Melawan musuh tak terbilang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Gerak semangat kerana bangsa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Kelekaan jangan dikenang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Lautan duka kelak dikenang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Hampir tinggal sehelai benang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Bencana sengaja dipinang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Jika perhati bangsa dagang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Kapak beliung ditangan memegang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Kekayaan hendang diregang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Akhirnya saudagar pangkat dijulang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Disulami syair termashyur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Usahlah berdengkur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Kita yang bertafakur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Yang mana khilaf tegur menegur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;La..la...la..la...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Kulitnya bersih, hati pun bersih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Budi yang baik hatinya pengasih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Kulitnya bersih hatipun bersih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Memikul belati tiada memilih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Jadikah bersih hatipun bersih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Berkata bermulut fasih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Jadikah bersih, hatipun bersih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Dialah khazanah pintu terpilih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;a.a.aa...aa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Awak yang payanh membelah ruyung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Orang bertandang yang beroleh untung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akhirnya kita tak akan dihitung&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-109532065554034251?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/109532065554034251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=109532065554034251' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109532065554034251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109532065554034251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/09/hikayat-isketambola.html' title='hikayat isketambola'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-109523100476068723</id><published>2004-09-15T14:07:00.000+08:00</published><updated>2004-09-22T10:43:44.773+08:00</updated><title type='text'>"semuanya ada di sini"</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;aku tak pasti apakah semua orang pernah dengar dialog ini: "semuanya ada diterangkan, lengkap. cuma orang tak pernah nak tengok apa yang ada dalamnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku juga tak pasti apakah semua orang yang mendengar dialog itu akan bergegas pulang, capai Al Quran dan mula baca terjemahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi yang aku pasti ialah tok guru-tok guru, kyai-kyai, ustaz-ustaz, cekgu-cekgu semuanya kata: "Sampai-sampai nak buat roti canai pun ada!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang ramai pun naik hairan. macam mana dalam Al Quran ada cara buat tebar roti telur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila orang ramai tanya "mana dia". "para bijak pandai" ini pun cepat menjawab: "Allah berfirman - Tanyalah kepada ahli zikr [orang yang mengerti]".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi itu kah caranya nak tebar roti pisang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan jawapan seperti itu, buat orang lain tertawa. kalau orang yang berilmu lagilah sakit perutnya menahan gelak. bukannya apa; ini cerita orang yang kurang ilmunya, kurang pemahamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak menurunkan sebuah kitab suci hanya semata-mata untuk mengajar manusia menebar roti, ataupun menerangkan bagaimana kaifiatnya [caranya] memasak gulai masak lemak cili api. dan dalam sebarang kitab suci tak kedapatan cara-cara mendirikan bangunan; tak ada diceritakan tentang berapa tinggi alang, berapa besar lantai dan berapa banyak paku nak di pakai. jadi janganlah "para bijak pandai" ini menuturkan kata-kata yang sebenarnya akan memperlekehkan mereka. kalau ucapan ini dikatakan kepada orang hulu, tak apa lah sebab otaknya orang hulu berkarat sikit. tapi kalau di cakapkan kepada para ilmuan, maka bergolek-goleklah mereka di atas tanah menahan ketawa bikinan "para bijak pandai" ilmu islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang aku tak nafikan bahawa kitab suci berupa satu lembaran agung yang turun dari langit. yang di dalamnya terkandung segala persoalan hidup untuk panduan manusia. lengkap dan sempurna. tidak dapat dicapai pembuatannya dan tidak akan lupus dari dunia. memang ini jadi keyakinan, dibuktikan oleh semua manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi aku menolak pengertian yang tidak berasas. pengertian yang terpesong. fungsi kitab al quran bukan untuk menyatakan hal-hal remeh; tentang kicap soya, tentang kerusi kayu, tentang jalan raya, tentang kipas angin. tuhan tak mahu memenuhkan kitabnya yang agung itu dengan hal-hal remeh dan tidak berguna. hingga jika terpenuh kitab-Nya dengan hal itu, jadilah kitab suci itu hilang "keagungannya". lalu Dia hanya meletakkan pedoman-pedoman hidup manusia, berupa pengkhabaran, ilmu pengetahuan, perkara-perkara metafizik, sejarah umat silam dan perkara-perkara yang akan terjadi nanti. semua isi kandungannya guna untuk pedoman manusia agar mereka mampu menguruskan kehidupan ini. dengan pedoman ini manusia menjadi agung, manusia mampu berjalan lurus, kelansungan manusia terjamin. maruahnya meningkat, kebaikan mewabak, kejahatn terhunjam. kemanusiaan, keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan apakah kalau Dia tidak meletakkan hal-hal yang "remeh ini", natijahnya akan memudharatkan manusia. tidak perlu Dia menceritakan tentang sesuatu yang tidak menurunkan taraf kemanusiaan manusia. manusia tanpa memakan roti canai pun masih mulia, manusia tidak ada jalan raya bertingkat-tingkat masih penuh kemanusiaannya, manusia tanpa kipas angin pun masih makmur. jadi untuk apa Tuhan masukkan "kelas mari membuat kicap soya" dalam kitab-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya memang Allah tidak ajarkan manusia tentang hal-hal remah ini tetapi Dia berikan ilham kepada manusia hingga hal-hal remeh ini tercipta, dan memang Dia tidak ceritakan hal-hal remeh ini dalam keseluruh Kitab dan Suhuf. kerana itu janganlah "para bijak pandai" membuat lawak jenaka - lelucon, kerana ini akan mendedahkan kepada kehinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah "para bijak pandai" itu tidak memahami bahasanya seorang manusia, atau dengan lebih tepat ialah bahasa Melayu? kata "cara" menuntut kepada penerangan kaedah, bukannya menunjukkan kepada "persoalan". contohnya kalau di tanya: "bagaimana hendak membuka pintu?", jawapannya mesti menerangkan kaedah: "caranya begini - pegang tombol pintu, pulas dan kemudiannya tolah daun pintu". tetapi kalau diberi jawapan sebegini: "tanyalah kepada orang yang buat pintu", maknanya soalan itu tidak dijawab lagi, tetapi satu arahan lain yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi kalau disoalkan "cara menebar roti", jawapannya mesti berbentuk begini: "caranya begini... kaedahnya begitu... mula-mula..., kemudian... dan seterusnya". jadi aku bertanya kepada "para bijak pandai" ini: "Apakah ada penerangan semacam itu dalam Al Quran?". maka sepakat mereka menggeleng kepala dan berkata: "Tidak ada". "jadi mengapa diceritakan hal-hal ini?", maka jawablah mereka "Untuk membuktikan bahawa Kitab ini suci, dari Ilahi, semua persoalan ada di dalamnya". maka aku berkata: "bukanlah begitu cara pembuktiannya, ini cara tidak ilmiah, malah tidak beradap kepada Tuhan. apakah layak Tuhan menerangkan cara menebar roti tisu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para ilmuan terdahulu, malah hingga sekarang ini [yang mereka itu terbukti memang ilmuan yang beriman dan benar manhajnya] tidak menggunakan metoda ini. sebab di situ ada permasalahan yang lebih "penting" daripada persoalan sebotol sos tomato. persoalan tentang semangat spiritual, yang dengan spiritual ini membawa manusia menjelajah alam dirinya sendiri dan kemudian meneroka alam dunia. kemudian Allah nyatakan kontrak sosial antara manusia dengan Diri-Nya, antara manusia dengan manusia lainnya, antara manusia dengan alam sekitarnya. allah mahu dengan Kitab ini, manusia itu didup dengan keredhaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang kicap tidak akan memusnahkan sebuah bangsa tetapi kekejaman akan melumatkan manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;malah sebuah kerusi kayu pun belum ada jaminan untuk meraik keredhaan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;persoalan-persoalan yang maha besar inilah menjadi tujuan utama sebuah Kitab Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukup kalau kita katakan bahawa Al Quran sempurna dengan menyatakan beberapa sisi. pertamanya ialah tentang sisi kecacatan yang sifar. kemudian kita nyatakan tentang keagungan bahasanya yang sehingga kini masih tidak ada manusia yang mampu menandinginya. kemudian kita nyatakan bahawa ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya - berupa ilmu kaji alam, ilmu tumbuhan, ilmu fizik, ilmu kimia, dan banyak lagi ilmu, sedang Kitab ini diturunkan sekitar tahun 600 M. padahal masa ini akal manusia tidak secerdik hari ini. kemudian kita nyatakan bahawa setiap perkhabaran yang dinyatakannya adalah benar, tentang sejarah umat-umat terdahulu yang dapat dibuktikan, tentang apa yang dinyatakan akan berlaku [yang kini telah terbukti]. dan tentang hal-hal metafizik seperti kewujudan syurga, nerca dan banyak lagi. sudah cukup kalau kita mempersoalkan tentang batas pengetahuan kita. kalau manusia yang mengerti tentang had akalnya dan seluruh pancainderanya yang terbatas itu, pasti dia akan mengakui perkhabaran ghaib dari Tuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan untuk membuktikan bahawa kitab suci itu lengkap, cukup kalau kita nyatakan bahawa "lengkap" di sini ialah memenuhi kesemua "persoalan hidup" manusia tanpa ditinggalkan, setiap "persoalan manusia" yang berupa soalan "apa", "siapa", "mengapa", "bagaimana" dan "bila", telah di singgung dan dijelaskan dengan terang. dan Allah menerangkannnya dengan kebijaksanaan-Nya yang dengan sebuah kitab itu saja ia mampu memacu sekian banyak zaman. maka haruslah manusia sekelainnya memahami apakah itu makna "persoalan hidup" agar mereka tidak tersasul dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu juga kita tidak akan menjumpai sebuah hadith pun yang menerangkan tentang membuat inai, wangian za'faran, tentang koposisi sebuah rumah arab badawi. kenapa ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-109523100476068723?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/109523100476068723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=109523100476068723' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109523100476068723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109523100476068723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/09/semuanya-ada-di-sini.html' title='&quot;semuanya ada di sini&quot;'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-109506083912004078</id><published>2004-09-13T13:47:00.000+08:00</published><updated>2004-09-22T10:44:35.413+08:00</updated><title type='text'>aliran radikal</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;malam tadi selepas selesai solat isya', masa mau masuk bilik, aku terserempak dengan seorang teman lama. teman yang memberontak, aliran radikal, gurunya yang diburu Polisi malah FBI dan KGB, masih hilang menyorok di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ajak masuk ke bilik. masuklah dia. ajak duduk di atas katil. duduklah dia. ajak berbual, maka berbuallah dia. kemudian mungkin dia rasa kurang senang, diajaknya aku ke biliknya dengan pancingan: "ada banyak buku di sana!". lalu aku dan dia pun pergilah berjalan. terjerat ikan dengan umpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tenang. senyap sebentar. arhh... kapan dia mau bicara? lalu aku pun bertanya khabar. tanya tentang alirannya. "dalam proses taqiyah [penyamaran]?". "ah, tidak mengamalkan taqiyah.. sihat saja. masih seperti dulu". maka berbuallah kami, mula-mula tentang diri masing-masing, kemudian masuk ke dalam aliran radikalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 minit; perlahan kata-katanya. 5 minit; semangat bercerita. 20 minit; sudah berdiri, berkobar-kobar nafasnya. 30 minit; merah mukanya, menunjuk-nunjuk jarinya, menjuih-juih mulut, menengking-nengking dan bergetar giginya. marahkan aku! aku cuma senyum - "Cuba tenangkan diri, sedut udara, sabar. ini gambaran pejuang kah?". "kau sudah membuatkan aku marah, aku tak boleh sabar lagi. maaf kalau aku katakan engkau orang bodoh. itu yang buat aku marah!". aku senyum saja; orang gila jangan di layan, orang emosi jangan di turutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku dapat menyimpulkan beberapa titik kelemahannya dalam perbincangan yang memang hangat. hingga aku berkata kepadanya; "tolong lah bersikap adil, adil kepada aku! kalau aku bercakap, tolong adil dengan mendengar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku simpulkan dalam 2 titik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kebodohannya dalam ilmu dengan katanya: "Kami tiada masa untuk mendalami ilmu, sedang saudara kita dibunuh di luar sana".&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kaedah "peranguan [meragu-ragukan akan setiap kebenaran] dengan katanya: "bagaimana engkau tahu mereka benar dan mereka itu salah?"&lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;kaedah pertamanya menyebabkan dia bodoh, tetapi kepelikannya ialah dia berkata: "aku sudah menyemak sekian banyak kitab, dan aku temui bahawa inilah yang benar!" yang peliknya bagaimana orang yang tidak mempunyai ilmu mampu berkata tentang ilmu? dan dia berlagak seperti alim ulama dengan ilmu sejarahnya, ilmu fiqhnya, ilmu aqidahnya. tetapi dia sendiri mengakui bahawa dia tidak membaca dan mempelajari kitab-kitab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menyebutkan beberapa istilah, beberapa disiplin ilmu dan beberapa pertanyaan, tetapi dia tidak menjawab. dia gelengkan kepala; tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian kerana kebodohannya yang besar itulah dia menyanggah setiap kata-kataku dengan sepotong ayat: "Bagaimana engkau tahu itu adalah benar? sudah ditetapkan bahawa manusia boleh berbuat salah, maka mungkin alasan ini juga merupakan kesilapan?". baiklah. lalu aku katakan kepadanya "Bagiamana pula engkau menetapkan kebenaran sedangkan ada orang yang menyanggahnya? bagaimana engkau mengatakan itu adalah benar sedang mungkin engkau tersalah?". lantas dia meradang dan marah-marah; "kaedah apa yang engkau gunakan?" pekiknya kepadaku. aku tertawa dan berkata: "Ini kaedah pembalasan, menggunakan hujjah engkau untuk mematahkan kembali alasan engkau, berlaku adillah. aku menggunakan alasan yang baru saja engkau gunakan, tetapi engkau menyangkal pula kaedah engkau sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi aku mengatakan: "seandainya semua hujjah yang absah, semua bukti yang konkrit, jika ada disangkutkan padanya kaedah penyanggahan [dengan prinsip setiap manusia berbuat khilaf, maka kita tidak pasti apakah dia benar dan dia salah] maka kebenaran sampai bumi ditebalikkan tidak akan sampai ditemukan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku menyambung lagi: "kalau begitu, dengan apa engkau menetapkan kebenaran apabila ada pihak bertentangan?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia berkata: "Dengan dua materi ini, al quran dan al hadith". aku berkata: "bagaimana engkau mampu mentelaahnya, sedang engkau tidak mempelajari ilmu-ilmunya?". "Dengan bantuan ulama". "Bagaimana engkau mampu mengetahui bahawa ulama yang engkau ikuti itu benar?" lalu dia berkata kepadaku: "Bagaimana engkau mengetahui ulama' engkau benar dan ulama yang aku ikuti salah?". [nampak dia masih suka menggunakan kaedah penyanggahan/peraguan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berhenti berkata. tarik nafas. orang ini bermain akal. ahli kalam dia ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sebenarnya, dengan dua sumber materi ini, yang asasi ialah ilmu, dengan ilmu kita meletakkan segalanya hingga kita bisa menimbang kebenaran. kalau tiada ilmu, maka kita tidak akan tahu di sisi siapakah kebenaran itu berada. justeru bagaimana engkau mentelaah kitab, menyemaknya, menetapkan kebenaran sebegitu-sebegitu tanpa ada ilmu?". ini satu keajaiban!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia berkata: "Allah memberi kefahaman mengikut rahmatnya. ada orang yang belajar bertahun-tahun, bertimbun-timbun kitab, beratus-ratus kali khatam, tetapi masih bodoh". lalu pahamlah aku bahawa dia telah memasuki aliran mistik -sufi yang mendapat ilmu lewat mimpi dan ilham semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kaedah penyanggahan memang berguna untuk menuju kebenaran, tetapi andai kaedah penyanggahan digunapakai sewenangnya tanpa ada peraturannya, pasti ia akan menimbulkan kerosakan besar. dan kaedah ini paksi utamanya ialah ilmu, tanpa ilmu seseorang tidak akan tahu yang mana alasan paling menghampiri kebenaran dan yang mana palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian dia berkata: "engkau berhujjah dengan bahasa kitab. aku tidak dapat paham". kemudian aku berkata: "aku menggunakan bahasa kitab, dan engkau banyak mengkaji kitab. mustahil engkau tak dapat memahami percakapan aku?". lantas dia menyanggah: "Siapa yang mengatakan bahasa ko bahasa kitab?". aku semakin pening dengan "pejuang yang menetapkan bangchik bodoh" dengan pemutar-balikkan kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berkata ketika menceritakan tentang sesuatu: "Adz Dzahabi mengatakan riwayat itu tidak berasal, diikuti oleh beberapa ahli riwayat lain". kemudian dia berkata lagi: "bagaimana engkau mengetahui bahawa Adz Dzahabi benar, mungkin orang lain benar juga?". kemudian aku berkata kepadanya kembali: "bagaimana engkau bahawa adz dzahabi tersilap dan yang lain adalah benar?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu perbincangan semakin tak rasional. di luar akal. semuanya gila, gila untuk menegakkan hujjah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya aku berkata kepadanya: "Semua orang mengakui bahawa pegangan mereka adalah al quran dan as sunnah. hingga syiah sekalipun yang nyata kufur itu. jadi bagaimana menyikapi hal ini? sebab semua menggunakan materi yang sama tetapi jalannya berbeza? apa sebabnya? dan bagaimana kita dapat sampai pada satu titik kebenaran andai semua manusia boleh disanggah dengan sekadar sebaris alasan? dan bagaimana kita mampu melihat kebenaran tanpa pengetahuan?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu setelah habis sahaja aku berkata, aku diamkan diri, kerana orang bodoh sepertinya, yang tidak tahu apa-apa melainkan seputar ucapan "jihad", yang tuli telinganya, yang buta hatinya, yang dangkal pemahamannya, yang suka memutarbelitkan ayat, yang suka mempermainkan kaedah, yang berpura-pura. maka dengan orang semacam ini, aku harus lupakan hasrat untut bertukar-tukar ilmu. sebab dia nyata tidak ketentuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya dia sahaja bercakap seorang diri, tetapi kali ini kemarahannya sudah reda sebab aku berlakon seolah-olah anak hingusan yang takjub terhadap kata-katanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penat mendengar kata-kata nya, akhirnya aku mau pulang setelah jam 11.30 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di bilik aku termenung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;islam puritan? atau islam radikal? yang kononnya mereka itu mau berjihad melawan kuffar. inikah cara pemikiran "aliran islam yang murni"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau beginilah, maka mereka akan menghancurkan umat islam dengan kebodohan mereka. lihatlah apa yang telah kita alami? tentangan hebat dari barat. islamfobia dan banyak lagi, hanya kerana "jihad" mereka yang songsang itu. walhal kalaulah mereka itu mau berfikir dan belajar, pasti keadaan kita tidak lah dihimpit dengan kehinaan pada hari ini. apa yang mereka raihkan selama ini? tiada! kehinaan? kehancuran? ya.. itulah yang kita sedang terima atas tangan-tangan Islam Radikal ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-109506083912004078?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/109506083912004078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=109506083912004078' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109506083912004078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109506083912004078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/09/aliran-radikal.html' title='aliran radikal'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-109471455331083792</id><published>2004-09-09T14:23:00.000+08:00</published><updated>2004-09-22T10:19:17.306+08:00</updated><title type='text'>erti merdeka</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;agak lambat aku membicarakan tentang kemerdekaan, sengaja aku begitu - tak suka mengikut orang yang tengah ghairah menyatakan "erti sebuah kemerdekaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;merdeka ialah kita keluar dari satu jajahan kepada satu jajahan yang lebih baik. dang wilayah yang terbaik ialah wilayah tuhan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;.&lt;/span&gt; inilah erti kemerdekaan yang sebenarnya, yang aku insafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungikn ini satu takrifan yang ganjil, tetapi aku rasa inilah takrifan yang paling jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya manusia itu tidak merdeka. manusia tidak dapat bebas dari alam dan aturan. mereka pasti akan ditundukkan oleh hukum, sama ada hukum itu secara alami ataupun secara budaya. jadi kalau erti sebuah kemerdekaan ialah "bebas secara mutlak", maka itu satu pengertian yang singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam pasti akan menghukum manusia yang cuba lari daripadanya. maka berlakulah runtuhan tanah, taufan, banjir dan semacam lagi. alam akan menjajah kita dan meragut nyawa kita. justeru sebenarnya kita di bawah jajahan alam. manusia yang menyedari bahawa mereka pasti tidak akan dapat lari dari penguasaan alam tetapi mereka dapat memilih untuk berdiam, mereka kemudiannya berhijrah dari satu wilayah jajahan yang tidak aman mereka kepada satu wilayah jajahan yang lebih aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu juga bahawa manusia tidak dapat lari dari jajahan tuhan. kerana tuhanlah yang menjadikan kita. Dia menghidupkan kita dan memberikan kita rezeki dan sebuah kehidupan. oleh kerana Dia yang mencipkan, maka Dia pasti mahu ciptaan-Nya menurut aturan-aturan-Nya. lalu Dia nyatakan sekian banyak hukum-hukum yang di mana ciptaan-Nya harus mengikuti-Nya. seandainya cipataan-Nya tidak menuruti aturan-aturan yang dia tetapkan, maka Dia akan turunkan penyiksaan. justeru manus tidak bebas semahunya dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi Dia berikan sedikit kebebasan untuk ciptaannya. sedikit ruang untuk memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;justeru manusia bukanlah patung yang dimainkan dengan tali-tali yang mengikat tubuhnya. maknanya manusia bukan digerakkan dengan tali itu, hingga manusia tidak berbuat apa-apa, melainkan tuhanlah yang melakukannya. serta manusia bukanlah satu patung yang bebas, yang berbuat mengikut kehendaknya tanpa ada pengawalan, bukan bertindak tanpa ada ilmu yang diilhamkan kepadanya. Dia telah simpankan ilmu di dalam jasad kita, hingga kita boleh bertindak mengikut pertimbangan kita sendiri. ilmu itu sebagai ilham sahaja, dan tindakan kita bukanlah gerakan dari tuhan, melainkan tuhan memberikan kita kudrat untutk bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;justeru manusia pasti selamanya akan berada di dalam wilayah kekuasaan alam dan tuhan, sedangkan alam juga adalah ciptaan Tuhan. maka kita sebenarnya tidak merdeka, tetap menjadi hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau ada orang yang berkata: "merdeka bukan yang dimaksudkan sebegitu, kerana semua manusia memahami bahawa manusia adalah hamba Tuhan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baiklah kalau begitu, tetapi keadaan ini jarang diketengahkan orang, hingga kadang-kadang perlu kita ingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu juga perkataan merdeka ini asal muasalnya wujud berkaitan dengan "tanah", "kepemilikan" dan "kekuasaan". orang zaman dahulu tidak menujukan "merdeka" kepada "minda" dan "kelakuan". zaman dahulu wujud sistem hamba dalam beberapa masyarakat. "hamba" ialah seorang manusia yang menjadi takluk kepada seseorang manusia lain yang dipanggil tuan [yang manusia itu bebas ke atas dirinya]. hamba akan mengikuti aturan dan perintah yang diberikan oleh tuannya. andai tuannya menyuruh si hamba itu ke pasar, maka haruslah dia ke pasar. di sini maknanya hamba itu adalah berada di tanah tuannya, juga dia dimiliki oleh tuannya dan kekuasaan tuannya meliputi dirinya. hamba tidaklah dijajah setiap inchi dirinya, setiap kelakuannya dan setiap kehendaknya serta setiap maksudnya. tetapi dia diberikan sedikit ruang untuk merasa bebas oleh tuannya. untuk bebas, hamba perlu menebus dirinya dengan sekian banyak wang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu juga dengan sebuah bangsa yang ditakluk oleh sebuah bangsa lain. sebuah negara di takluk oleh negara yang lain. bangsa atau negara yang di takluk akan dikenakan aturan-aturan, dan hukuman sedia menanti juka aturan-aturan itu tidak dipatuhi. begitu juga dengan bangsa atau negara jajahan, mereka di berikan sedikit ruang untuk bebas. untuk bebas, sebuah bangsa atau negara perlu berjuang menentang penjajah, dengan diplomasi ataupun peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi hamba ataupun manusia yang dijajah jenis ini, dapat memerdekakan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian setelah berlakunya zaman pemodenan [ yang kemudian ini disebat sebagai pasca moden], manusia mula menujukan makna "merdeka" kepada "kelakuan minda" dan "kelakuan tindakan". maksudnya; manusia perlu membebaskan belenggu "jumud" dalam minda mereka dan juga mereka perlu membebaskan "kelakuan yang kolot" dari budaya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi ada satu persoalan lain; iaitu apakah dengan membebaskan diri dari kaedah pemikiran "pre moden" kepada "pasca moden", menandakan bahawa manusia telah bebas merdeka? bukankah itu tandanya bahawa kita telah berpindah dari satu jajahan yang lain kepada satu bentuk jajahan yang lain pula sifatnya? ia dapat dijelaskan sebegini; bahawa manusia telah berpindah dari satu bentuk pemikiran kepada satu bentuk pemikiran sejak manusia diciptakan. maknanya manusia telah "berhujrah" dengan banyak sekali, bermula dari awal penciptaan kita, kemudian dari zaman batu kepada zaman logam, kemudian kepada zaman pertanian, kepada zaman perindustrian. jadi pada setia zaman yang ditinggalkan, manusia akan berkata: "kita telah merdeka dengan meninggalkan faham yang jumud", tetapi sebenarnya mereka masih di jajah dengan satu bentuk fahaman baru, yang bagi mereka fahaman yang baru itu adalah membebaskan mereka. tetapi paha hakikatnya faham itu telah mengambil alih bekas jajahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu juga bahawa manusia yang mengatakan bahawa mereka telah keluar dari jajahan minda kepada kebebasan minda, bererti bahawa mereka telah menjajah minda mereka dengan satu bentuk jajahan yang halus. mereka tidak menyedari bahawa dalam menegakkan "faham kemajuan" itu, mereka telah gariskan peraturan-peraturan yang akan menuju kepada maksud mereka. mereka mengatakan bahawa cara berfikir sepatutnya sebegini, bukan sebegitu. lalu mereka bangunkan hukum-hukum mereka dan berpegang teguh pada hukum tersebut. tetapi mereka lupa bahawa hukum-hukum itulah yang menjajah mereka pula setelah mereka keluar dari "kejumudan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya tiada jaminan kemerdekaan kepada manusia yang berpindah-pindah alam fikirannya. hakikatnya bahawa manusia tetap akan dijajah oleh satu bentuk pemikiran. yang menjadi persoalannya ialah apakah penjajah itu akan menujukan minda kita kepada kebenaran ataupun akan menjadikan kita manusia yang berfikiran sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu juga dengan pernyataan sesetengah orang bahawa "erti merdeka ialah kita tidak mengikut sistem penjajah, atau ilmu penjajah, atau apa saja dari penjajah". lalu ada satu pertanyaan: apakah semua yang datang dari penjajah itu berupa kedustaan hingga tidak tersisa sebuah kebaikan? dan apakah kebudayaan kita [kebudayaan bukan kebendaan dan kebudayaan kebendaan] lebih baik dan cemerlang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawapannya ialah setiap bangsa atau kaum, pasti memiliki kelemahan dan di sana juga ada teselit kebaikan. lalu tugas kita sebagai sebuah bangsa yang bijak ialah memilih-milih akan kebaikan dan meninggalkan akan keburukan, tidak kira di mana kita menjumpai kebaikan dan keburukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;sebenarnya kita tidak akan dapat "bebas secara mutlak" untuk memilih, untuk berkata, untuk berfikir dan untuk apa saja. sebab kita telah ditetapkan sekian bangak peraturan-peraturan yang bertujuan untuk kelangsungan kemuliaan kita. justeru makna merdeka ialah kita menginsafi bahawa kita senantiasa adalah hamba, dan berusaha untuk berhijrah dari satu jajahan kepada jajahan yang lebih baik, dari satu wilayah kepada wilayah yang lebih sentosa dan dari satu kekuasaan kepada kekuasaan yang lebih agung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-109471455331083792?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/109471455331083792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=109471455331083792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109471455331083792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109471455331083792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/09/erti-merdeka.html' title='erti merdeka'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589551.post-109341392032969556</id><published>2004-08-25T14:00:00.000+08:00</published><updated>2004-09-10T10:41:50.186+08:00</updated><title type='text'>bermulanya aku serius</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mungkin terlalu lama aku mengelamun dengan cerita-cerita seperti "perut" dan "cerita seram 3". dongengan seperti ini tidak sesuai lagi untuk aku. hanya pantas untuk menidurkan orang yang mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;justeru aku berharap aku akan lebih serius dalam mendengar, melihat, merasa dan kemudiannya berkata-kata.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589551-109341392032969556?l=bangchik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangchik.blogspot.com/feeds/109341392032969556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6589551&amp;postID=109341392032969556' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109341392032969556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589551/posts/default/109341392032969556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangchik.blogspot.com/2004/08/bermulanya-aku-serius.html' title='bermulanya aku serius'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
